oleh

Pengenalan Metode Belajar Hybrid Dan Menarik Kembali Minat Belajar Anak Panti Asuhan

-Opini-164 Dilihat

Oleh: Ryan Aprilka L Tobing

Program Studi Kesejahteraan Sosial Universitas Sumatera Utara, mengadakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang diwajibkan bagi seluruh mahasiswa. Hal ini sejalan dengan Tri Dharma perguruan tinggi yang ketiga yaitu pengabdian masyarakat. Mata kuliah PKL diampu oleh dosen Fajar Utama Ritonga, S.Sos, M.Kesos.

Prakikan Ryan Aprilka L. Tobing melaksanakan kegiatan praktikum di Panti Asuhan Pintu Harapan, Jalan Danau Sipinggan No. 12, Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, prakikan dibimbing oleh supervisor sekolah yaitu dosen Malida Putri, S.Sos, M.Kesos.

Pandemi Covid-19 yang sudah mewabah sejak 2019 telah memberikan dampak besar. Wabah ini mengakibatkan semua sektor perlu melakukan penyesuaian terhadap kondisi pandemi. Ekonomi, pemerintahan, sosial, hingga pendidikan dan lainnya.

Dalam perkembangannya, sektor pendidikan banyak melakukan perubahan dan penyesuaian terhadap kondisi pandemi. Misalnya sejak awal munculnya Covid-19, sekolah menutup akses pendidikan tatap muka, dengan membuat kebijakann belajar online dalam jaringan di rumah. Ini terus berlanjut dalam jangka waktu yang cukup lama karena persentase orang terdampak Covid-19 yang masih sangat banyak.

Sektor pendidikan mulai menemukan titik terang untuk kembali pada metode pembelajaran tatap muka pada pertengahan tahun 2021. Pemerintah mulai mengkaji sekolah tatap muka kembali setelah Indonesia mencapai cukup target vaksinasi dan angka orang terdampak Covid-19 yang mulai menurun.

Namun pembelajaran tatap muka belum bisa sepenuhnya dilakukan, untuk itu pemerintah masih melakukan uji coba sekolah tatap muka yang juga dibarengi dengan belajar online untuk melihat perkembangan dan efektif atau tidak nya, metode pembelajaran ini juga dipopulerkan dengan nama Hybrid (sistem kombinasi metode pembelajaran antara metode daring atau online dengan metode pertemuan tatap muka untuk beberapa jam di dalam kelas).

Secara teoritis, Hybrid learning adalah suatu sistem pembelajaran yang menggabungkan berbagai pendekatan dalam pembelajaran yaitu pembelajaran secara face to face atau tatap muka, pembelajaran berbasis komputer, dan pembelajaran berbasis online dengan media internet atau mobile learning, system pembelajaran ini dianggap paling efektif untuk diterapkan dalam menyesuaikan dengan keadaan Pandemi Covid-19.

Sejalan dengan perkembangan sektor pendidikan saat ini, praktikan melaksanakan program bagi anak panti di lokasi praktikum dengan tujuan untuk membiasakan anak panti dengan metode pembelajaran hybrid, karena selama masa anak-anak menjadi terbiasa untuk bermain dan kehilangan waktu untuk belajar dan juga mencoba mencari tahu metode belajar manakah yang cocok diterapkan bagi anak kelas 4 – 6 SD (khususnya anak panti).

Maka dari itu, praktikan melaksanakan program yang terdiri dari beberapa tahapan untuk membantu anak-anak panti dalam beradaptasi dengan metode belajar hybrid dan juga mengembalikan motivasi belajar melalui metode belajar menyenangkan (fun learning).

  1. Tahapan Persiapan

Tahap awal yang praktikan lakukan adalah tahap persiapan, hal ini guna memastikan bahwa sasaran program dan juga kondisi lapangan sudah siap dan memungkinkan program untuk berjalan. Pada tahap ini praktikan mempersiapkan diri sendiri sebagai fasilitator yang akan melaksanakan program dan juga perlu untuk mempersiapkan sasaran program agar dapat menerima dan berpartisipasi aktif dalam program yang akan dilaksanakan. Kemudian pada tahap persiapan lapangan, praktikan melakukan studi kelayakan pada tempat yang dituju yaitu Panti Asuhan Pintu Harapan, kemudian praktikan mencoba memahami keadaan lokasi dan melakukan pendekatan awal bersama sasaran program yaitu anak-anak Panti Pintu Harapan.

  1. Tahapan Assesment

Praktikan melakukan assessment dengan berdiskusi bersama Kak Ika selaku kakak pengurus anak-anak panti, dan juga melakukan diskusi dengan tools atau alat Focus Group Discussion (FGD) bersama adik-adik panti yang menjadi sasaran dari program kegiatan yang akan dilaksanakan.

Berdasarkan diskusi tersebut, dapat disimpulkan bahwa selama sekolah daring anak-anak panti diberi fasilitas gawai (telepon pintar) untuk mengakses media pembelajaran, namun jumlah gawai yang terbatas membuat anak-anak harus bergantian mengakses pelajaran ataupun tugas dari guru, selain itu setelah sekian bulan sejak dimulainya sistem sekolah daring, anak-anak merasa bosan sehingga motivasi belajarnya berkurang, hal ini terus berlanjut hingga hamprr dua tahun hingga akhir tahun 2021.

  1. Tahapan Perencanaan

Setelah memahami informasi yang diperoleh melalui diskusi pada tahap assessment, maka perencanaan yang dilakukan untuk intervensi klien yaitu membuat kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

Edukasi Pendidikan.

Pada tahapan ini dilakukan berbagai kegiatan, misalnya fun learning yang dilakukan dengan mengajak anak-anak untuk belajar keluar ruangan yang disesuaikan dengan materi pembelajaran mereka (misalnya tentang pentingnya menjaga lingkungan), ataupun berdiskusi layaknya situasi belajar tatap muka didalam kelas, ini bertujuan untuk melihat apakah anak-anak masih tertarik dengan metode pembelajaran langsung antara mereka dengan guru.

Kemudian prakikan juga mengajak anak-anak untuk memperdalam tentang perangkat atau media belajar online bagi peserta didik seperti google classroom dan juga zoom dengan menyediakan perangkat seperti laptop dan gawai milik prakikan untuk mengedukasi mereka dan membiasakan mereka dengan rencana sistem pembelajaran hybrid yang masih menggunkan aplikasi untuk sitem daring nya.

Edukasi Kesehatan.

Tahapan ini difokuskan untuk mengedukasi anak panti tentang bagaimana untuk menjaga protokol kesehatan dan menerapkan kehidupan normal baru saat pemberlakuan tatap muka. Hal ini perlu untuk memasikan anak-anak tetap aman saat pembelajaran tatap muka dimulai. Kegiatan yang dilakukan berupa menerapkan kebiasaan mencuci tangan, mengedukasi cara memakai, menyimpan serta membuang masker bekas setelah dipakai dan protokol kesehatan lainnya.

4. Tahapan Pelaksanaan


Praktikan mulai melaksanakan program sesuai dengan perencanaan. Dalam pelaksanaan program, praktikan tidak menemui hambatan yang begitu mempersulit tahapan pelaksaan, hanya perlu waktu untuk membiasakan kembali anak-anak untuk belajar, untuk itu praktikan menggunakan metode fun learning untuk menyesuaikan dengan situasi kondisi belajar anak.

Selama pelaksanaan program, praktikan juga menerapkan teori punishment and reward yaitu dengan memberikan penghargaan untuk anak yang mulai meningkat motivasi belajar dan pemahamannya, sehingga yang lain berusaha mengejar dengan meningkatkan motivasi belajar masing-masing.

Setelah pelaksanaannya selama tiga bulan masa praktikum berjalan, prakikan memperhaikan dan mempelajari perubahan sikap pada anak-anak, yang juga merupakan dampak dari pelaksanaan program yang telah direncanakan.

Anak-anak panti mulai terbiasa kembali dengan pembelajaran tatap muka, ini terlihat dengan anak-anak yang langsung mengajak prakikan untuk berdiskusi seputar pembelajaran dan tugas sekolah saat prakikan baru saja sampai ke panti. Anak-anak juga kembali menemukan ketertarikan kepada model pembelajaran tatap muka, namun tidak melupakan berbagai media belajar daring seperti google classroom dan zoom yang telah menjadi media yang harus dipahami dalam sistem pembelajaran kedepan.

  1. Tahapan Terminasi

Pada penghujung kegiatan praktikum, prakikan melakukan terminasi dan juga perpisahan kepada adik-adik di panti, pemutusan hubungan ini dilakukan dengan cara kekeluargaan dengan membuat acara perpisahan sederhana dengan anak-anak panti sekaligus memberikan reward ataupun hadiah berupa bingkisan atas usaha mereka untuk mau terbiasa dan kembali menemukan ketertarikan untuk belajar, terlebih memahami tentang pembelajaran tatap muka dan juga daring yang akan dikembangkan menjadi satu dalam metode hybrid sebagai metode pembelajaran baru yang menyesuaikan dengan kondisi Pandemi Covid-19 saat ini.

Prakikan juga diberangkatka oleh kak Ika dan juga bapak dan ibu asrama asuh panti dengan mengucapak terimakasih atas kegiatan yang telah dilakukan selama lebih dari tiga bulan ini.

Sebagai akhir kegiatan PKL, untuk merespon kebijakan tentang mulai diberlakukannya sekolah tatap muka, praktikan membuat pemasangan poster dengan tema “Anak Hebat, Tetap Patuh Protokol Kesehatan” di beberapa sekolah dasar di Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan. Praktikan memberikan edukasi bagi anak sekolah dasar untuk dapat terbiasa dengan kondisi hidup normal baru yang megharuskan kita tetap mematuhi protokol kesehatan, termasuk di sekolah dengan diadakannya belajar tatap muka saat ini.

Penulis adalah Mahasiswa USU

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *