Toba – Ephorus HKBP, Pdt. Victor Tinambunan, mengingatkan agar setiap pelayan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), termasuk Bibelvrouw, memiliki kualitas dalam menjalankan pelayanan.
Menurutnya, terdapat lima kriteria yang harus dimiliki seorang pelayan: spiritualitas yang tangguh, karakter yang teruji dan terpuji, kecerdasan intelektual, keterampilan melayani, serta semangat pelayanan yang berkobar.
Hal ini disampaikan Ephorus saat memberikan bimbingan dalam acara Wisuda Sekolah Tinggi Bibelvrouw HKBP (STB HKBP) yang berlangsung di Aula STB HKBP, Laguboti, Kabupaten Toba, Sabtu (10/5/2025).
“Pendidikan memegang peranan penting dalam membangun peradaban. Hari ini para mahasiswa STB HKBP telah mencapainya melalui prosesi wisuda. Selamat kepada para orang tua, kerja keras kalian telah mengantar anak-anak hingga tahap ini. Ini patut dibanggakan,” ujar Ephorus.
Ia juga menekankan bahwa tahun 2025 merupakan tahun transformasi bagi HKBP, dengan fokus pada pembaruan dan pengembangan gereja untuk menjawab tantangan zaman. Ephorus menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan harus diimplementasikan di tengah-tengah gereja dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ephorus turut menyampaikan pesan moral terkait krisis ekologi dan ekonomi yang melanda dunia. Ia mengajak masyarakat untuk bersikap positif dan serius dalam menghadapi tantangan tersebut, termasuk menjaga kelestarian lingkungan.
“Masyarakat Tapanuli Raya harus aktif melestarikan alam dengan menanam pohon buah-buahan, bukan eucalyptus. Danau Toba juga harus kita rawat, bukan dicemari. Dengan demikian, wisatawan akan datang dan ekonomi masyarakat pun meningkat,” tegasnya.
Bupati Toba, Effendi Napitupulu, turut menyampaikan ucapan selamat melalui Sekda Augus Sitorus. Ia mengapresiasi capaian para wisudawati dan berharap mereka dapat menjadi penyampai pesan gereja di tengah masyarakat. Pemkab Toba juga siap bersinergi dengan STB HKBP dalam mendukung pendidikan, khususnya di bidang Misiologi.
Wisuda tahun 2025 ini diikuti oleh 51 wisudawati, mengusung tema: “Menyingkap Kerahiman Allah dalam Diri Perempuan dan Tantangannya di Era Globalisasi” (Kejadian 22:14), dengan subtema: “Dipulihkan oleh Kerahiman Allah, Diutus bagi Dunia: Wisudawati Membawa Transformasi dalam Misi Pemberdayaan Perempuan, Pemudi, dan Anak di Tengah Gereja dan Masyarakat.”
Ketua STB HKBP, Pdt. Dr. Benny Sinaga, dalam laporannya menyampaikan bahwa krisis global yang sedang terjadi—seperti krisis lingkungan dan krisis keluarga—disebabkan oleh kerakusan manusia terhadap alam, dampak media digital, perjudian, dan dehumanisasi yang merusak tatanan moral dan budaya.
“Oleh karena itu, mari kita rawat kosmos ciptaan Tuhan ini dan keluarga kita dengan memberi waktu yang berkualitas bagi sesama anggota keluarga,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh hadirin menjalankan misi kemanusiaan melalui hospitalitas kristiani dan menjaga bumi sebagai altar liturgi kehidupan sehari-hari.
Acara wisuda ini turut dihadiri oleh berbagai undangan, di antaranya perwakilan Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI yang diwakili oleh Kepala Kemenag Toba Wanton Naibaho, alumni STB HKBP, para Full Timer, unsur pimpinan pusat HKBP, serta tamu undangan lainnya. (SC-JT)





































