Jelang Hari Kartini, 48 Ribu Perempuan di Sumut Jalani Tes IVA, Dinkes Akui Masih Terkendala Budaya Malu

Medan – Menjelang peringatan Hari Kartini, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara memastikan layanan kesehatan bagi perempuan tetap berjalan normal di seluruh fasilitas kesehatan (faskes).

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal, SKM, SH, M.Kes, menyampaikan bahwa tidak ada program khusus yang digelar dalam momentum tersebut. Namun, pelayanan rutin, termasuk deteksi dini kanker leher rahim, tetap menjadi prioritas utama.

“Secara khusus belum ada kegiatan, tapi pelayanan kesehatan rutin tetap berjalan di faskes kita,” ujarnya, Minggu (12/4).

Terkait deteksi dini kanker serviks, Hamid mengungkapkan bahwa jumlah pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) di Sumatera Utara telah mencapai 48.451 orang. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi.

“Masyarakat cukup antusias mengikuti IVA Test,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama budaya malu dan rendahnya kesadaran perempuan terhadap pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi.

“Masih tinggi budaya malu dan kurang pedulinya masyarakat terhadap kesehatan organ reproduksi kewanitaan,” jelasnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Dinkes Sumut menggandeng berbagai pihak, mulai dari pemerintah kelurahan, Tim Penggerak PKK, hingga organisasi masyarakat guna mendorong partisipasi perempuan dalam pemeriksaan IVA.

“Dengan bantuan lintas sektor seperti kelurahan, TP PKK, dan organisasi lainnya, masyarakat bisa dikumpulkan untuk pemeriksaan IVA,” tambahnya.

Selain itu, Dinkes Sumut juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, serta menggelar pelatihan deteksi dini kanker bagi tenaga kesehatan di puskesmas bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota.

Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran perempuan untuk melakukan pemeriksaan sejak dini, sehingga kasus kanker leher rahim di Sumatera Utara dapat ditekan. (SC03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *