Medan – Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Sumatera Utara menggelar kegiatan Halal Bihalal dan Rapat Kerja (Raker) di Le Polonia Hotel, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus mengevaluasi kinerja organisasi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah.
Ketua PERSI Sumut, Dr. Syaiful M Sitompul, menyampaikan bahwa masih banyak keluhan masyarakat terkait layanan di rumah sakit. Menurutnya, persoalan tersebut umumnya disebabkan oleh kurang optimalnya komunikasi antara pasien dan pihak rumah sakit.
“Di masyarakat masih banyak komplain tentang layanan di rumah sakit. Ini barangkali belum maksimal, dan persoalannya terletak pada komunikasi antara pasien dengan rumah sakit,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini sejalan dengan tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Ukhuwah Organisasi”, yang diharapkan mampu memperkuat sinergi antaranggota PERSI dalam meningkatkan mutu pelayanan. Selain itu, forum ini juga membahas kepadatan sumber daya manusia (SDM) tenaga medis dan kesehatan yang menjadi tantangan tersendiri.
Raker tersebut merupakan yang pertama dalam masa kepengurusan periode 2026–2030. PERSI Sumut berencana menggelar rapat kerja setiap tahun guna memantau progres kinerja organisasi secara berkelanjutan.
Sementara itu, Dewan Penasehat PERSI Sumut Tahi Sahata Manurung, ST menambahkan, program kerja PERSI harus selaras dengan visi pemerintah daerah, khususnya dalam upaya menekan angka masyarakat yang berobat ke luar negeri.
“Diperkirakan sekitar Rp7 triliun dana masyarakat kita mengalir ke luar negeri untuk berobat. Ini menjadi perhatian serius, sehingga pelayanan di dalam negeri harus terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, tausyiah disampaikan oleh Prof. Dr. Muzakkir yang menekankan pentingnya menjaga ukhuwah dan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan, termasuk dalam organisasi pelayanan kesehatan.
Ia menjelaskan, penguatan ukhuwah dapat dilakukan melalui empat langkah utama. Pertama, membangun konsep taaruf atau saling mengenal melalui silaturahmi yang berkelanjutan.
Kedua, menumbuhkan kepedulian dengan saling berbagi dan membantu, termasuk dalam pembinaan antar rumah sakit yang membutuhkan dukungan.
Ketiga, menjaga dan membangun kepercayaan dengan menjalankan amanah serta tanggung jawab secara profesional. Ia mengingatkan bahwa rumah sakit yang besar sekalipun dapat mengalami kemunduran apabila tidak dikelola dengan integritas.
Keempat, membangun sikap saling memahami dan terbuka terhadap kritik yang konstruktif, sehingga tercipta kerja tim yang solid. “Di lingkungan rumah sakit, penting membangun super team, karena tidak semua hal bisa dikerjakan sendiri,” ujarnya. (SC03)




































