Medan – Bagi banyak orang, penyakit ginjal kronis bisa menjadi suatu hal yang menakutkan. Biaya pengobatan yang tinggi, perawatan seumur hidup, serta perubahan drastis dalam gaya hidup sering kali menjadi tantangan besar.
Namun, bagi Hisar Siahaan (67), seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), semua itu bisa ia hadapi dengan lebih ringan berkat adanya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Program tersebut telah menjadi penyelamat yang memungkinkan dirinya tetap mendapatkan perawatan optimal tanpa harus terbebani biaya yang besar.
“Saya sangat bersyukur ada BPJS Kesehatan. Kalau tidak ada, saya tidak tahu bagaimana nasib saya sekarang. Biaya untuk cuci darah itu sangat mahal, dan saya harus menjalani ini seumur hidup. Dengan kehadiran Program JKN, saya tidak perlu memikirkan biaya, yang penting saya fokus menjalani pengobatan dan tetap sehat,” ujar Hisar, Jumat (21/01/2025).
Lima tahun lalu, Hisar mulai merasakan gejala yang mengganggu aktivitasnya. Ia sering merasa mual, bahkan hampir setiap hari, hingga pada akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah sakit.
“Hasil pemeriksaan darah menunjukkan kadar kreatinin dan ureum yang sangat tinggi, mengindikasikan bahwa ginjal saya tidak lagi berfungsi optimal dalam menyaring racun dari tubuh. Pemeriksaan lebih lanjut juga mengungkapkan bahwa ginjal saya dipenuhi batu, yang membuat kondisi saya semakin serius untuk segera ditangani,” ucap Hisar.
Dokter yang menanganinya menyarankan agar ia menjalani hemodialisa atau cuci darah secara rutin untuk menurunkan kadar racun dalam tubuhnya sebelum tindakan medis lain bisa dilakukan. Meski awalnya merasa cemas, Hisar akhirnya menerima kenyataan bahwa prosedur ini akan menjadi bagian dari hidupnya.
“Dulu saya pikir cuci darah itu menakutkan, tapi setelah menjalaninya, saya justru merasa lebih segar. Saya masih bisa beraktivitas seperti biasa, dan tubuh saya terasa lebih baik setelah hemodialisa,” kata Hisar.
Kini, Hisar menjalani cuci darah satu hingga dua kali dalam seminggu. Ia menyadari bahwa tanpa Program JKN, perawatan ini mungkin akan sangat sulit untuk ia jalani. Sebagai seorang pensiunan, ia mengakui bahwa biaya pengobatan untuk penyakit ginjal bisa sangat besar, bahkan mencapai jutaan rupiah setiap bulannya. Namun, dengan adanya Program JKN, semua layanan medis yang ia butuhkan dapat diakses tanpa hambatan finansial.
“BPJS Kesehatan benar-benar membantu saya. Tidak hanya dari segi biaya, tetapi juga dari segi kemudahan layanan. Saya bisa mendapatkan perawatan terbaik tanpa harus mengkhawatirkan uang. Ini sangat berarti, terutama bagi kami yang harus menjalani pengobatan dalam jangka panjang,” ungkap Hisar.
Hisar juga merasa beruntung karena mendapat dukungan penuh dari keluarganya. Ia menyadari bahwa menjalani pengobatan seumur hidup bukanlah hal yang mudah, tetapi dengan adanya keluarga di sisinya, ia selalu mendapatkan semangat untuk tetap menjalani terapi dengan disiplin.
“Keluarga saya sangat mendukung. Mereka selalu mengingatkan saya untuk tetap rutin cuci darah dan menjaga pola hidup sehat. Dengan dukungan mereka dan BPJS Kesehatan, saya merasa tidak sendirian dalam menghadapi kondisi ini,” tutur Hisar.
Dengan semangat yang tetap tinggi, Hisar kini menjalani hidupnya dengan lebih optimis. Hemodialisa yang dulu terasa menakutkan kini menjadi bagian dari kehidupannya yang justru memberikan manfaat besar. Ia percaya bahwa kesehatan bukan hanya tentang menghindari penyakit, tetapi juga tentang bagaimana seseorang bisa beradaptasi dan menjalani perawatan dengan penuh rasa syukur.
“BPJS Kesehatan telah menjadi jembatan bagi saya untuk mendapatkan akses layanan medis yang layak tanpa perlu terbebani masalah biaya. Bagi saya, program ini bukan sekadar jaminan kesehatan, tetapi juga harapan baru bagi banyak orang yang membutuhkan perawatan jangka panjang. Dengan adanya BPJS Kesehatan, saya dapat tetap menjalani hidup dengan lebih baik, tanpa harus khawatir akan masa depan kesehatan saya,” tutup Hisar. (SC03)
Komentar