BumDes Lumban Gaol Inovasi Budidaya Ikan Nila Lewat Metode Bioflok

Toba – Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Marsingati Desa Lumban Gaol, di Kecamatan Balige, Kab. Toba, melakukan inovasi budidaya ikan nila lewat metode Bioflok.

Budidaya Bioflok merupakan metode akuakultur intensif yang menggunakan kolam kecil dengan kepadatan tebar tinggi untuk meningkatkan produktivitas, menghemat penggunaan air dan pakan. Sistem ini mengoptimalkan lingkungan akuatik dengan membentuk massa flok terdiri dari bakteri, alga, dan bahan organik sebagai sumber pakan tambahan bagi ikan nila, yang mampu mencerna flok tersebut.

Prosesnya meliputi persiapan kolam, penyiapan air dengan probiotik, karbon (molase), garam dan dolomit, serta penyesuaian aerasi untuk menciptakan kondisi optimal bagi flok dan ikan.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Lumban Gaol, Edward Tambunan, didampingi pengurus BumDes Marsingati, Sabtu (30/8/2025) saat bincang-bincang terkait budidaya ikan nila yang baru diterapkan dan digeluti di desa ini. Pembiayaan budidaya ini, bersumber dari dana pendampingan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESma) Kabupaten Toba, kata Edward.

Ia menambahkan, menurut kajian tenaga pendamping, budidaya ikan nila lewat sistem flok mendapat beberapa keunggulan diantaranya, produktivitas tinggi, efisiensi sumber daya dan lingkungan terkontrol.

Selain itu, efisiensi pakan dan masa panen juga menjadi faktor pertimbangan untuk mencoba menerapkan sistem budidaya ini. Kendati demikian, Edward berprinsip untuk konsisten memonitoring segala teknis pemeliharaan.

“Empat bulan kedepan, kita akan lihat hasilnya, sekaligus menjadi output akan hasil dari metode ini, sehingga menjadi program usaha yang berkelanjutan ke depannya,” imbuh Edward Tambunan. (SC-JT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *