Medan – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Invensi dan Pengabdian Masyarakat Seri II yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida). Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna PKK, Jalan Rotan, Medan Petisah, Kamis (12/2/2026).
Dalam sambutannya, Rico Waas menegaskan lomba tersebut merupakan bentuk komitmen Pemko Medan dalam mendorong inovasi sebagai bagian penting pembangunan daerah. Program ini juga menjadi implementasi tagline “Medan untuk Semua, dan Semua untuk Medan.”
“Semua untuk Medan artinya kami ingin menyerap ide dari masyarakat. Pembangunan tidak boleh tersentralisasi hanya dari pemerintah. Masyarakat harus ikut berinovasi, berinvensi, dan mengabdi. Hasilnya nanti kita kembalikan untuk masyarakat,” ujar Rico Waas.
Ia mengatakan hubungan antara pemerintah dan masyarakat harus bersifat kolaboratif. Gagasan yang lahir dari masyarakat akan diserap, diolah, dan diimplementasikan menjadi program nyata untuk kemaslahatan bersama.
Rico juga menilai selama ini masih ada kecenderungan lebih mengapresiasi temuan dari luar daerah maupun luar negeri, sementara karya anak bangsa kurang mendapat perhatian.
“Banyak temuan anak bangsa, termasuk dari Medan, yang luar biasa, tetapi belum terpublikasi dan belum terimplementasi secara optimal,” katanya.
Menurutnya, potensi inovator di Kota Medan sangat besar. Hal itu terlihat dari latar belakang peserta yang beragam, mulai dari akademisi hingga pelajar tingkat SMP yang mampu bersaing dan meraih posisi finalis.
Di Hadapan Investor dan Konsul Asing, Rico Waas Tegaskan Prioritas Perlindungan Tenaga Kerja
Rico menegaskan lomba inovasi daerah ini bukan sekadar seremoni. Karya yang terbukti efektif dan bermanfaat akan diimplementasikan langsung oleh Pemko Medan.
“Kalau memang bisa berfungsi dengan baik, Pemerintah Kota akan langsung mengimplementasikannya di lapangan,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan ini berkembang menjadi gerakan inovasi yang berkelanjutan dan mampu memperkuat karakter masyarakat Medan yang tangguh dan kompetitif.
Sementara itu, Kepala Brida Kota Medan Benny Iskandar menyampaikan, antusiasme masyarakat pada Lomba Invensi dan Pengabdian Masyarakat Seri II menunjukkan tren positif di awal 2026. Sebanyak 181 peserta, baik perorangan maupun kelompok, mendaftar dalam ajang tersebut.
Setelah melalui seleksi dan verifikasi administrasi, peserta memasuki tahap final dengan presentasi 10 besar kategori Pengabdian kepada Masyarakat dan 15 besar kategori Invensi. Awalnya, kategori invensi hanya menetapkan 10 finalis, namun karena nilai yang ketat dan kompetitif, jumlah finalis ditambah menjadi 15.
“Pada kategori Pengabdian kepada Masyarakat tidak hanya diikuti dosen dan mahasiswa, tetapi juga pelajar SMP. Bahkan pelajar tersebut berhasil masuk sebagai finalis,” ujar Benny.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Medan juga menyerahkan penghargaan kepada lima organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai OPD terinovatif tahun 2025 serta melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perguruan tinggi. (SC03)






























