Medan – Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyiapkan 10.000 kamera pengawas atau CCTV yang akan dipasang di berbagai wilayah Kota Medan mulai tahun depan. Ribuan CCTV tersebut nantinya terhubung dan dipantau untuk membantu mendeteksi aktivitas mencurigakan sekaligus meningkatkan keamanan lingkungan.
Rencana itu disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menggelar Sapa Warga di Jalan Sari Rejo, Gang Sarena, Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang, Sabtu (3/10/2026).
“Untuk satu Kota Medan itu kami siapkan 10.000 CCTV. 10.000 CCTV yang akan kami kontrol semuanya,” ujar Rico Waas.
Menurut Rico, setiap kecamatan direncanakan mendapat sekitar 500 CCTV. Pengawasan nantinya tidak hanya dilakukan dari tingkat kota, tetapi juga melibatkan kecamatan sehingga kondisi lingkungan dapat dipantau lebih cepat.
Rico mengatakan keberadaan CCTV tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya Pemko Medan memperkuat sistem keamanan sekaligus merespons berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat.
Dalam kegiatan Sapa Warga tersebut, warga Kelurahan Beringin juga menyampaikan sejumlah persoalan lain, mulai dari banjir, penerangan jalan hingga bantuan sosial.
Terkait banjir, Rico kembali mengingat kondisi Beringin saat banjir besar tahun lalu. Saat datang pada 29 November, kata dia, lumpur menggenangi permukiman mulai dari mata kaki hingga hampir sepinggang. Bahkan, terdapat rumah warga yang tersisa hanya bagian pintunya setelah diterjang banjir.
“Pemerintah harus hadir. Tapi tidak mungkin hanya bertahan saja, harus dicarikan solusinya. Harus ada solusinya,” tegas Rico.
Pemko Medan mengkaji pembangunan drainase dari Jalan Saudara menuju Sungai Babura serta crossing menuju sungai sebelum jembatan arah Polonia. Selain itu, direncanakan pembangunan Parit Gergaji sepanjang sekitar 300 meter dan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera II untuk mengkaji pembangunan tanggul di sepanjang Sungai Babura.
Untuk kawasan PB Selayang 2, Pemko Medan merencanakan pembangunan u-ditch di Jalan Kenanga sepanjang sekitar 1,2 kilometer serta sebagian saluran di Jalan Bunga Wijaya Kesuma.
Sementara terkait penerangan jalan, Rico meminta lampu jalan yang tiangnya sudah tersedia namun lampunya mati segera diperbaiki. Bahkan, untuk titik tertentu ia meminta pemasangan dilakukan hari itu juga.
“Kalau yang itu langsung dipasang hari ini,” kata Rico disambut tepuk tangan warga.
Dalam dialog tersebut, warga juga menyampaikan persoalan bantuan sosial, termasuk ketidaksesuaian data desil. Rico menjelaskan masyarakat dapat mengajukan verifikasi dan pembaruan data melalui operator SIKS-NG di kantor lurah, aplikasi Parlinsos, Cek Bansos maupun DTSN.
Rico menegaskan Sapa Warga menjadi ruang bagi masyarakat menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, UMKM, persampahan, keamanan, jalan dan drainase hingga rumah ibadah dan anak putus sekolah.
“Problem apa pun silakan sampaikan kepada saya hari ini,” ujarnya. (SC03)













![[Foto 9] Gareng, bersama putrinya Endang Nilowati, dan istrinya mendengarkan laporan persiapan pernikahan dari para dungik](https://sumutcyber.com/wp-content/uploads/2026/10/Foto-9-Gareng-bersama-putrinya-Endang-Nilowati-dan-istrinya-mendengarkan-laporan-persiapan-pernikahan-dari-para-dungik-90x90.jpg)






















