Sumutcyber.com, Medan – Penyakit keturunan yang disebabkan oleh faktor genetik adalah hal yang tidak bisa dielakkan oleh Hermina Manalu (42).

Jika orang tua memiliki riwayat penyakit diabetes, maka risiko seorang anak mengalami diabetes melitus ketika ia dewasa juga tinggi.

Diabetes melitus atau yang umumnya dikenal dengan kencing manis merupakan penyakit dimana sang penderita memiliki kadar gula yang cukup tinggi didalam darah.

Hermina, seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas tiga, telah mengidap diabetes selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut diwarisi dari ibunya yang juga mengidap penyakit serupa.

Mereka berdua telah menjalani perawatan dan mengonsumsi obat-obatan yang keduanya lalui demi kesembuhan, meskipun Hermina menyadari kemungkinan kesembuhannya kecil.

“Menjadi peserta BPJS Kesehatan sudah dari era PT Askes. Selalu saya rasakan manfaatnya hingga sekarang. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya kalau penyakit ini sudah berpuluh tahun saya alami, sehingga menyebabkan saya sering melakukan pengecekan secara berkala kerumah sakit. Namun, beberapa tahun belakangan ini saya dan ibu saya sudah tidak sesering dulu dalam melakukan pemeriksaan kesehatan,” ujar Hermina dilansir dari laman Jamkesnews.com, pada Jumat (5/1/2024).

Ditemui saat berkunjung ke kantor BPJS Kesehatan, Hermina mengakui saat ini ia ingin mulai memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN melalui gawainya untuk memudahkan akses pelayanan yang akan ia jalani. Keberadaan aplikasi ini nantinya ia rasa akan sangat berguna untuk dirinya dan ibunya yang akan memulai pemeriksaan rutin.

Hermina mengungkapkan jika semakin hari daya tahan tubuhnya menurun dan menyebabkan paru-paru nya mengalami radang atau yang lebih dikenal sebagai pneumonia.

“Setelah saya download Aplikasi Mobile JKN hari ini maka besok langsung melakukan pemeriksaan kembali bersama ibu saya, karena paru-paru ini sudah mengalami komplikasi karena penyakit gula. Awalnya saya sering sesak napas dan batuk berdahak yang susah berhenti. Dari penyakit diabetes, lama-kelamaan paru-paru bisa lembab dan meradang,” jelas Hermina.

Sejauh ini Hermina dan ibunya hanya mengonsumsi obat-obatan saja. Akan tetapi, Hermina menyampaikan jika dulu ia sempat menggunakan insuline pen yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan dan memiliki dampak yang signifikan terhadap tubuhnya.

Namun, kini Hermina memutuskan untuk berhenti menggunakan alat tersebut dan memilih meminum obat, karena ia tidak tahan tubuhnya yang harus menerima suntikan secara rutin. Hermina menjelaskan obat mereka juga selalu tersedia dan ditanggung semuanya oleh BPJS Kesehatan.

“Dari dulu sampai sekarang perlakuan yang diberikan BPJS Kesehatan kepada peserta memang tidak pernah berubah, justru semakin bagus. Pernah sekali harus dirawat inap karena saluran pernapasan saya terinfeksi selama lima hari. Selama di rumah sakit saya selalu dilayani dengan ramah oleh perawat dan dokter. Selain itu, proses untuk saya dirawat juga sangat mudah, cepat, dan tidak ada membedakan jenis kepesertaan seluruh pasien yang hadir,” kata Hermina.

Hermina menantikan waktu dimana semua masyarakat dapat merasakan manfaat Program JKN yang luar biasa. Ia berharap masyarakat lain dapat merasakan manfaat seperti apa yang ia dan ibunya rasakan dan dapatkan.

Hermina juga berharap agar BPJS Kesehatan terus meningkatkan layanan mereka sesuai dengan kebutuhan peserta, serta memperhatikan dan terus memberi perlindungan kepada peserta agar masyarat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas dan bermutu.

“Harapan saya kedepannya semoga pasien akan selalu mendapatkan pelayanan yang komprehensif, mulai dari pemeriksaan rutin hingga perawatan yang diperlukan untuk kondisi mereka dan seperti saya,” harap Hermina. (SC03)

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *