Toba – Pemkab Toba Provinsi Sumut, menerima penghargaan Predikat Universal Health Coverage (UHC) terkait Kepesertaan Program JKN dari BPJS Kesehatan.
Penyerahan penghargaan oleh Deputi Direksi Wilayah I Mohammad Iqbal Anas Ma’ruf dan diterima langsung oleh Bupati Toba Poltak Sitorus, bersamaan pada acara Apel Gabungan ASN Pemkab Toba bertempat di Komplek Kantor Bupati Toba, Senin (22/7/2024).
Turut hadir pada acara ini, Sekdakab Toba Augus Sitorus, Para Asisten, Staf Ahli, Para Pimpinan OPD, dan ASN Pemkab Toba. Juga dihadiri oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pematang Siantar Kiki Christnar Marbun, Kepala BPJS Toba Dolok Siagian dan sejumlah Staf BPJS.
Dalam sambutannya, Deputi Direksi Wilayah I BPJS Kesehatan, Mohammad Iqbal Anas Ma’ruf menyampaikan beberapa point atas pencapaian cakupan Kepesertaan JKN oleh Pemkab Toba, hingga menerima penghargaan ini, yakni;
Pertama, ucapan terima kasih atas Implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional dengan telah terbitnya Peraturan Bupati No. 34 Tahun 2022 tentang Pengenaan dan Pencabutan Sanksi Administratif Tidak Mendapat Pelayanan Publik Tertentu Bagi Pemberi Kerja Selain Penyelenggara Negara dalam Program Jaminan Sosial Kesehatan di Kabupaten Toba.
“Kami laporkan data kepesertaan JKN secara Nasional Sampai dengan 30 Juni 2024, jumlah peserta JKN di Indonesia telah mencapai 273.525.350 Jiwa atau 97,44% dari total penduduk 280.725.428 Jiwa, sehingga masih ada lebih kurang 7,2 Juta Jiwa penduduk yang belum memiliki kepesertaan JKN. Adapun data per 30 Juni 2024, sebanyak 33 Provinsi dan 444 Kabupaten/Kota (348 Kabupaten dan 96 Kota) dari 514 Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia telah mencapai Universal Health Coverage, dimana 95% dari total penduduk sudah terdaftar dalam Program JKN,” imbuhnya.
Dari 90,99 persen penduduk se Provinsi Sumatera Utara yang sudah mempunyai kepesertaan JKN tersebut, tercatat 19 Kabupaten/Kota yang sudah mencapai indikator UHC 95 persen dari jumlah Penduduk pada semester II 2023 dan masih terdapat 14 Kabupaten yang belum mencapai target UHC minimal 95 persen.
Kabupaten Toba merupakan salah satu dari 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara yang telah mencapai UHC 98% pada 01 Maret 2024 dan telah sesuai dengan amanah RPJMN Tahun 2020-2024, dimana per 30 Juni 2024 telah mencapai UHC sebesar 98,76% dari total jumlah penduduk atau sebanyak 214.443 jiwa dari 217.128 jiwa penduduk pada semester II 2023 telah terdaftar ke dalam Program JKN, dengan komposisi peserta PBI JK: 84.488 (39,40%); PBPU BP Pemda Provinsi dan Kabupaten: 36.221 (16,89%); PBPU: 34.820 (16,24%); PPU PN: 28.154 (13,13%); PPU BU: 26.513 (12,36%); dan BP : 4.247 (1,98%).
Hal tersebut dibuktikan dengan komitmen penyediaan anggaran daerah oleh Pemerintah Kabupaten Toba dengan menganggarkan iuran dan bantuan iuran jaminan Kesehatan bagi 30.000 jiwa penduduk yang dijamin oleh Pemerintah Kabupaten Toba. Kami haturkan apresiasi kami setinggi-tingginya atas capaian predikat UHC yang telah diraih oleh Kabupaten Toba.
Kemudian, Peluncuran Predikat Universal Health Coverage (UHC) bagi Kabupaten Toba ini membawa kabar bahagia bagi warga Kabupaten Toba dan diharapkan dapat menstimulasi Kabupaten/Kota lain untuk juga segera mencapai UHC.
7.BPJS Kesehatan secara kontinu melakukan berbagai advokasi kepada Pemerintah Daerah agar seluruh masyarakat dapat diintegrasikan dengan Program JKN dengan akses layanan kesehatan yang adil, merata dan bermutu, baik itu layanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. BPJS berupaya memperluas akses layanan kesehatan melalui kerja sama dengan fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun tingkat lanjutan atau rumah sakit.
“Dapat Kami informasikan juga bahwa sampai dengan Juni 2024, telah bekerjasama dengan 23 FKTP dan 2 FKRTL di Kabupaten Toba,” katanya.
Sejalan dengan komitmen Capaian RPJMN Tahun 2024, yang menargetkan kepesertaan JKN sejumlah 98% dari jumlah penduduk, maka dalam mencapai target yang ditetapkan, tentunya, masih terdapat banyak tantangan terutama dari sisi keaktifan peserta JKN yang masih di angka 76,64% per 30 Juni 2024, kami mengharapkan para pemangku kepentingan dapat mendukung keaktifan peserta JKN, dengan menerbitkan peraturan yang mendorong peran aktif dari seluruh Pihak untuk mendaftarkan diri, pekerja dan anggota keluarganya dalam program JKN dan secara bertahap mendaftarkan penduduk rentan, antara lain para penyandang disabilitas, warga lanjut usia, dan masyarakat terlantar melalui penyediaan anggaran daerah untuk membayar iuran jaminan kesehatan.
“Kami juga sangat mengharapkan dukungan Pemerintah Kabupaten Toba beserta seluruh Stakeholder Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan dalam memastikan jaminan kesehatan para pekerja dan keluarganya diberikan akses dengan baik oleh para pengusaha/pemberi kerja, memastikan seluruh pemberi kerja mendaftarkan pekerja dan anggota keluarga sebagai peserta tanpa terkecuali, serta memberikan asistensi kepada pekerja informal untuk mendaftar ke Program JKN, mendorong penduduk pekerja informal yang mampu secara finansial untuk mendaftarkan dirinya dan keluarganya dalam Program JKN,” imbuhnya.
Sebagai upaya mendukung tranformasi mutu layanan, dua harapkan dukungan seluruh Provider BPJS Kesehatan, untuk memberikan pelayanan yang mudah, cepat dan setara, diharapkan komitmen seluruh Fasilitas Kesehatan dengan menerapkan No Foto Copy, Menerima Peserta Mengakses Layanan Dengan Menunjukkan NIK, No Batasan hari rawat, No Diskriminasi, No Iur Biaya serta dapat menerima Peserta dari luar FKTP terdaftar.
“Kami juga mengharapkan dukungan Pemerintah Kabupaten Toba dalam mendorong upaya peningkatan mutu layanan kesehatan ini, melalui penyediaan fasilitas kesehatan termasuk SDM kesehatan, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan yang bermutu,” ujarnya.
Disebutkannya, implementasi Program JKN secara Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Toba diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan Penduduk Kabupaten Toba untuk memperoleh jaminan kesehatan yang berkualitas termasuk terjamin pula pengelolaannya karena partisipasi seluruh stakeholder terkait, termasuk fasilitas Kesehatan baik milik Pemerintah maupun Swasta serta mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Semoga pelaksanaan Program JKN secara Universal Health Coverage (UHC) mampu mengakomodir dan menjawab kebutuhan penduduk Kabupaten Toba terhadap perlindungan sosial yang berlandaskan keadilan, kebersamaan dan gotong royong. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kemampuan dan kekuatan bagi kita untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat dan sejahtera,” ungkapnya lagi.
Diakhir sambutannya, Iqbal menyampaikan pantun” mata berbinar senyum sumringah menatap purnama dan bintang kejora”. Sukses terus UHC Kabupaten Toba Untuk masyarakat sehat sejahtera, pungkasnya mengakhiri sambutannya.
Dalam kesempatan ini, Bupati Poltak Sitorus mengucapkan terimakasih atas penghargaan yang diberikan BPJS. Penghargaan ini merupakan motivasi bagi kami Pemkab Toba untuk terus melakukan inovasi dalam mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Toba yang Unggul dan Bersinar.
Poltak Sitorus meminta Seluruh ASN untuk berani menyampaikan bentuk pelayanan yang susah diberikan kepada masyarakat, salahsatunya capaian Kepesertaan JKN ini. Namun jangan lupa untuk terus melakukan perbaikan jikalau ada yang masih kurang ” Pature Torus, Torus Pature, ucap Bupati yang kompak disambut seluruh ASN.
Atas pemberian penghargaan ini, Bupati Poltak Sitorus memberikan cinderamata berupa ulos kepada Deputi Direksi Wilayah I Mohammad Iqbal Anas Ma’ruf. (SC-JT)
Komentar