Sumutyber.com, Jakarta – Menjelang Pemilu 14 Februari 2024, gerakan rakyat untuk perubahan dalam rangka keadilan dan kesetaraan ekonomi  demi  terwujudnya masyarakat yang  adil dan makmur untuk semua, semakin berkumandang di setiap propinsi di Indonesia.
    
Gerakan rakyat yang ingin perubahan untuk keadilan dan kesetaraan ekonomi dapat terlihat sejak awal dideklarasikannya Capres Anies Rasyid Baswedan berpasangan dengan Cawapres Muhaimin Iskandar (AMIN) tanggal 2 September 2023 di Hotel Majapahit Surabaya.
    
Di Sumatera Utara gerakan perubahan untuk keadilan dan kesetaraan ekonomi yang menjadi harapan rakyat ditandai dengan gelombang arus berbagai lapisan masyarakat yang datang ke TPD Sumut di Jalan Sudirman 39 Medan untuk deklarasi mendukung dan memenangkan AMIN pada Pemilu 14 Februari 2024.
    
Arus perubahan untuk keadilan dan kesetaraan ekonomi tidak semata datang dari masyarakat kebanyakan, tapi juga para pensiunan TNI/Polri dan ASN.  Menjelang Pemilu 14 Februari 2024 ini,  kalangan intelektual atau akademisi sudah deklarasi bersama para alumni dan mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memenangkan AMIN.
    
Yang teranyar, gelombang masyarakat yang ingin menyaksikan kampanye terakhir 10 Februari 2024 di Jakarta International Stadium (JIS) datang long March dari daerah perbatasan Jakarta menuju JIS sehingga sekeliling JIS pada minus 1 hari kampanye sudah dipenuhi masyarakat.
    
Pagi ini jutaan masyarakat yang hendak berkunjung ke JIS berjalan kaki sepanjang 4 KM sejak pukul 05.00 wib subuh. Dan sejak pukul 7.00 WIB gedung JIS yang berkapasitas 900 ribu orang sudah penuh, sehingga masyarakat terpaksa duduk di luar JIS untuk mendengarkan kampanye Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
    
“Harapan masyarakat untuk keadilan dan kesetaraan ekonomi di Indonesia tidak mungkin kita halangi, karena negara kita menganut sistem demokrasi Pancasila  dan  rakyat berhak menentukan pilihan nya dan menentukan siapa pemimpinnya setiap 5 tahun sesuai UUD 1945,” kata Wakil Ketua DPW PKB Sumut Drs Syaiful Syafri MM kepada awak media, Sabtu (10/02/2024) di ruang VIP 607 JIS Jakarta.
    
Di Sumut, kata Syaiful, untutan keadilan dan kesetaraan ekonomi yang diharapkan masyarakat sudah benar. “Karena data BPS 2023,  masih banyak rakyat kita di daerah Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang kehidupannya miskin,  termasuk  di perkotaan, angka stunting tinggi dan masih banyak anak-anak perkotaan putus sekolah. Juga pengangguran terbuka,”  kata tokoh yang diketahui sosok pekerja sosial dan banyak terjun ke desa-desa pedalaman di Sumut.
    
Demikian juga di Jambi, Kalimantan, apalagi di Papua masyarakat KAT masih tinggi karena mereka masih banyak yang tinggal di lembah dan pengunungan daerah pedalaman atau di pinggiran sungai dan laut sehingga tingkat kemiskinan masih tinggi. “Akibatnya arus perubahan terus berkembang sebagai harapan terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur untuk semua,” tegas penulis buku “Kebijakan dan Perencanaan Sosial” ini.
    
Sisi lain para kepala daerah sibuk dengan perbaikan kantor, memperbesar tunjangan penghasilan, dan konsentrasi kepada perbaikan inprastuktur. Ini yang membuat penanganan kemiskinan, stunting, dan pengangguran terabaikan.
    
“Karenanya tuntutan keadilan dan kesetaraan ekonomi untuk semua masyarakat Indonesia yakni masyarakat  adil dan makmur untuk semua,   membuat jutaan rakyat Indonesia  berbondong-bondong menuju JIS sebagai wujud  dukungan memenangkan Capres dan Cawapres AMIN pada Pemilu 2024. (SC08)

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *