Toba – Memasuki hari kedua pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) “Membaca Nyaring” yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba, Kamis (24/7/2025), para narasumber lebih menekankan pada pemaparan teknik-teknik membaca yang efektif.
Bertempat di Gedung Sentra Pemuda dan Olahraga Soposurung, Balige, para peserta dibekali beragam teknik membaca yang mencakup pemahaman isi bacaan, penggunaan intonasi yang tepat, kelancaran membaca, pelafalan yang jelas, ekspresi wajah dan sikap tubuh, serta penguasaan interaksi dengan pendengar.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba, Ulibasa Simanjuntak, menjelaskan bahwa total peserta dalam kegiatan ini mencapai 200 orang. “Peserta dibagi dua hari, masing-masing 100 orang. Mereka berasal dari perwakilan guru sekolah negeri dan swasta tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK se-Kabupaten Toba. Selain itu, juga hadir pustakawan, pegiat literasi, serta perwakilan orang tua,” terang Ulibasa.
Pada hari pertama, Bimtek diikuti oleh para guru dari berbagai jenjang pendidikan, dengan menghadirkan narasumber Eston Sihotang, Asisten Pemerintahan Setdakab Toba. Sementara pada hari kedua, peserta berasal dari kalangan pustakawan, pegiat literasi, dan orang tua. Narasumber yang hadir antara lain Rika Marissa Sembayang dan Sari Rahmadhani Ginting, keduanya pustakawan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara.
Narasumber lainnya ialah Staf Ahli Bupati Toba Bidang Kemasyarakatan, Sahat Manullang, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba, Togap T.H. Sitorus.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menerima uang pengganti transportasi dan uang harian sebesar Rp250 ribu per orang, serta souvenir. Ulibasa menambahkan bahwa seluruh biaya kegiatan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik APBD Kabupaten Toba Tahun Anggaran 2025.
Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan literasi serta minat dan semangat membaca di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak. Melalui metode read aloud atau membaca nyaring, peserta diharapkan dapat menularkan budaya membaca sejak dini di lingkungan sekolah, keluarga, dan komunitas. (SC-JT)





































