4 Pulau Aceh Berpindah Administrasi, dr. Sofyan Tan: Bung Karno Sudah Ingatkan, Waspadai Perpecahan dari Dalam

Medan – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, menyinggung kembali peringatan Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, tentang pentingnya menjaga keutuhan bangsa dari potensi perpecahan internal.

Hal ini disampaikannya saat menanggapi polemik terkait peralihan administrasi empat pulau yang sebelumnya tercatat sebagai bagian dari Aceh dan kini menjadi bagian dari Sumatera Utara.

“Kalau kita merujuk pada sejarah dan juga Perjanjian Helsinki, pulau-pulau tersebut sejak masa Presiden Soekarno sudah masuk dalam wilayah Aceh. Ini mengingatkan kita pada pernyataan Bung Karno dulu, bahwa tantangan terbesar kita bisa datang dari dalam negeri sendiri, bukan hanya dari luar,” ujar dr. Sofyan Tan saat menjadi pembicara dalam Sarasehan Peringatan Bulan Bung Karno bertema Setialah Kepada Sumbermu: Kekuatan Rakyat sebagai Api Perjuangan yang digelar di Kampus STIE Eka Prasetya, Medan, Sabtu (14/6).

Dalam kesempatan itu, dr. Sofyan Tan menilai bahwa persoalan wilayah seperti ini mencerminkan perlunya penguatan kembali semangat persatuan yang dilandasi keadilan dan keterbukaan. Menurutnya, perbedaan pandangan atau kebijakan dalam konteks kewilayahan seharusnya tidak mengaburkan fakta sejarah dan hak-hak masyarakat setempat.

“Bung Karno sangat memahami keragaman bangsa Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Karena itulah beliau menggali Pancasila sebagai dasar negara, agar kita semua memiliki pedoman hidup bersama di tengah keberagaman,” ungkapnya.

Acara sarasehan itu juga dihadiri oleh Ketua STIE Eka Prasetya, Dr. Sri Rezeki, SE, M.Si, Sekretaris Yayasan Claudie Tiofanny, SM, MM, Ketua Prodi Manajemen Dr. Afrizal, SE, M.Si, serta narasumber Juliana P. Christina Sinaga, SH, CN, M.Hum dan para dosen serta mahasiswa.

Dr. Sri Rezeki dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kiprah dr. Sofyan Tan dalam bidang pendidikan, khususnya di Sumatera Utara. “Beliau memberi kesempatan kepada banyak anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan mengubah masa depan mereka. Semoga Tuhan senantiasa memberkati langkah beliau,” ujar Sri Rezeki. (SC03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *