Wali Kota Medan: Warga yang Mudik Sebaiknya Lapor ke Kelurahan agar Rumah Dipantau

Medan – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memastikan Pemerintah Kota (Pemko) Medan bersama unsur TNI dan Polri akan memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat yang merayakan Idulfitri 1447 Hijriah.

Penegasan tersebut disampaikan Rico Waas usai menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Terpusat “Ketupat Toba 2026” di wilayah hukum Polrestabes Medan. Apel yang digelar di Mapolrestabes Medan, Kamis (12/3/2026), dipimpin Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak.

Rico Waas menegaskan perayaan Idulfitri tahun ini harus berlangsung aman dan nyaman, terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun yang tetap berada di Kota Medan.

“Intinya, Pemko Medan bersama TNI dan Polri siap menyambut Idulfitri dengan menyiapkan pelayanan maksimal, khususnya dalam pengamanan. Kami memastikan seluruh elemen pendukung pemerintah bekerja sama menciptakan rasa aman bagi warga yang hilir mudik,” ujar Rico Waas.

Ia juga menginstruksikan jajaran di tingkat kewilayahan untuk aktif berkoordinasi dan memantau keamanan lingkungan permukiman warga secara intensif.

“Kepada warga yang akan mudik dan meninggalkan rumah, kami imbau agar melapor ke kelurahan sehingga dapat dipantau oleh aparat di wilayah,” katanya.

Selain itu, Rico Waas memastikan kesiapsiagaan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jika terjadi musibah kebakaran maupun bencana alam.

“Semua personel dalam posisi siaga untuk mengantisipasi kejadian tidak terduga, seperti kebakaran di area perumahan yang ditinggal mudik maupun bencana yang tiba-tiba terjadi,” sebutnya.

Terkait kebutuhan masyarakat selama Lebaran, Rico Waas juga memastikan ketersediaan bahan bakar dalam kondisi aman berdasarkan laporan dari PT Pertamina. Selain itu, ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) juga relatif mencukupi dengan harga komoditas di pasar Kota Medan yang masih terpantau stabil.

“Ada sedikit kenaikan pada beberapa komoditas, namun untuk protein utama seperti ayam dan daging sapi relatif stabil. Masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan stok pangan,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan Apel Gelar Pasukan Operasi Terpusat “Ketupat Toba 2026” dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Operasi ini akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Dalam arahannya, ia menekankan sejumlah hal penting, di antaranya memastikan ketersediaan stok BBM dan LPG selama masa mudik Lebaran.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan membeli sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus mudik dan balik, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah skenario yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB), di antaranya rekayasa lalu lintas, pembatasan angkutan barang, serta penyediaan fasilitas istirahat bagi pemudik.

“Di Kota Medan, Polrestabes Medan telah menyiapkan 13 Pos Pengamanan (Pos Pam), satu Pos Terpadu, dan satu Pos Pelayanan yang tersebar di 13 titik. Masyarakat dipersilakan memanfaatkan fasilitas tersebut,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Polri menyediakan layanan penitipan kendaraan di setiap Polres bagi masyarakat yang hendak mudik.

Pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Terpusat “Ketupat Toba 2026” ditandai dengan penyematan pita tanda operasi, dilanjutkan dengan pengecekan pasukan serta kendaraan dinas yang akan digunakan selama operasi berlangsung.

Apel ini diikuti oleh unsur gabungan dari TNI, Polri, Pemko Medan, Basarnas, Pramuka, serta mitra kamtibmas. (SC03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *