Toba – Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, menyebut bahwa kemampuan bercerita mencerminkan kecerdasan seseorang.
“Setiap orang yang mampu bercerita adalah orang yang cerdas,” ujar Audi Murphy saat menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Marturiturian tingkat pelajar SMP se-Kabupaten Toba yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Toba, Kamis (30/10/2025).
Audi Murphy mengucapkan selamat kepada para pemenang dan memberi semangat kepada peserta lain agar terus belajar dan meningkatkan kemampuan literasi.
“Selamat kepada para pemenang, kalian adalah yang terbaik dari sekolah masing-masing. Bagi yang belum menang, jangan kecewa. Jadikan ini motivasi untuk lebih giat belajar berliterasi,” pesannya.
Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada dewan juri — M. Tansiswo Siagian, Cisilia Siagian, dan Lenta Malau — serta panitia yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
Adapun enam pemenang Lomba Marturiturian yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba adalah:
1. Marvel Gabriel Aritonang, SMPN 1 Balige
2. Pandu Natanael Rambe, SMP Swasta Bona Pasogit Sejahtera
3. Jessie Nora Jublessy Pasaribu, SMP Swasta Bona Pasogit Sejahtera
4. Callysta Manuela Harianja, SMPN 1 Balige
5. Wilda Sophia, SMPN 4 Balige
6. Herris Aurel Kasih Gulo, SMPN 1 Silaen
Sebelumnya, kegiatan ini dibuka oleh Plh. Sekdakab Toba, Paber Napitupulu, mewakili Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu. Dalam sambutan yang dibacakan Paber, Bupati menyampaikan bahwa lomba tersebut menjadi sarana melestarikan warisan budaya lisan Batak yang sarat dengan nilai moral dan pelajaran hidup bagi generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap lahir generasi penerus bangsa yang cerdas, kreatif, kritis, dan berkarakter,” ujar Paber membacakan sambutan Bupati.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Bunda Literasi Kabupaten Toba, Ny. Astita Effendi Napitupulu, para Asisten Bupati, Staf Ahli Bupati, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Toba, Togap Hasoloan Sitorus, Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Rikardo Hutajulu, serta para pendamping peserta.
Dalam sambutannya, Bunda Literasi Toba Ny. Astita Effendi Napitupulu menegaskan bahwa literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami dan mengolah informasi, termasuk melalui tradisi bercerita.
“Lomba marturiturian ini merupakan wujud literasi berbasis kearifan lokal yang menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya Batak,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa marturiturian merupakan tradisi mendongeng khas Batak yang berisi cerita rakyat, legenda, mitos, fabel, hingga kisah penuh pesan moral dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
“Anak-anakku yang hebat, jangan takut salah dalam bercerita. Keberanian untuk tampil di depan umum adalah langkah awal yang luar biasa,” pungkasnya memberi semangat. (SC-JT)













![[Foto 9] Gareng, bersama putrinya Endang Nilowati, dan istrinya mendengarkan laporan persiapan pernikahan dari para dungik](https://sumutcyber.com/wp-content/uploads/2026/10/Foto-9-Gareng-bersama-putrinya-Endang-Nilowati-dan-istrinya-mendengarkan-laporan-persiapan-pernikahan-dari-para-dungik-90x90.jpg)






















