Toba – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba bersama masyarakat memperingati wafatnya Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal (Mayjen) Anumerta D.I. Panjaitan dalam rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Kegiatan tersebut berlangsung di Kompleks Monumen D.I. Panjaitan, Desa Natolu Tali, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Rabu (30/9/2026).
Peringatan tersebut ditandai dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, mengusung tema “Pahlawanku Teladanku”. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus mengenang jasa dan pengorbanan Mayjen Anumerta D.I. Panjaitan yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI.
Rangkaian acara diawali dengan peletakan karangan bunga oleh Bupati Toba selaku inspektur upacara, kemudian dilanjutkan dengan penaburan bunga bersama unsur Forkopimda dan keluarga besar D.I. Panjaitan sebagai penghormatan kepada pahlawan yang telah gugur demi bangsa dan negara.
Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Letjen TNI (Purn) Hot Mangaraja Panjaitan, putra dari Mayjen Anumerta D.I. Panjaitan, menyampaikan pesan secara virtual. Ia mengaku bangga dan bersyukur karena perjuangan ayahnya terus dikenang serta diperingati setiap tahun.
> “Saya merasa bangga dan bersyukur bahwa perjuangan beliau tidaklah sia-sia. Beliau masih tetap diingat dan diperingati setiap tahunnya,” ujarnya.
Menurut Hot Mangaraja Panjaitan, pengorbanan D.I. Panjaitan memberikan pelajaran berharga bagi generasi penerus tentang pengabdian kepada bangsa, negara, dan Tuhan Yang Maha Esa.
“Apabila ada seorang putra dari Lumban Tor, putra dari Kabupaten Toba yang rela mengorbankan nyawanya, sudah sepantasnya bagi kita mengingat pelajaran yang beliau tinggalkan agar dapat memberikan yang terbaik untuk rakyat. Saya bangga menjadi bagian dari Kabupaten Toba dan selalu berusaha menjaga nama baik tanah kelahiran serta kehormatan orang tua saya,” katanya.
Sementara itu, Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu mengajak keluarga besar D.I. Panjaitan dan seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi dalam menjaga nilai-nilai perjuangan serta melestarikan sejarah dan budaya.
“Kiranya kita dapat terus berkolaborasi bersama keluarga untuk mewujudkan berbagai gagasan dan harapan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Effendi dalam dialog virtual bersama Hot Mangaraja Panjaitan.
Effendi berharap peringatan wafatnya D.I. Panjaitan dapat terus dilaksanakan dan menjadi agenda tahunan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanannya dalam mempertahankan Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kehadiran kita di sini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud penghormatan, penghargaan, dan rasa cinta yang mendalam atas pengorbanan jiwa dan raga yang telah diberikan almarhum demi tegaknya Pancasila dan keutuhan NKRI,” katanya.
Ia juga mengaku terharu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut. Menurutnya, sosok D.I. Panjaitan merupakan kebanggaan masyarakat Toba sekaligus teladan bagi generasi muda.
“Tidak semua daerah memiliki Pahlawan Revolusi. Karena itu, peringatan ini perlu terus dilaksanakan setiap tahun. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” ujarnya.
Effendi menegaskan bahwa sejarah telah mencatat keteguhan dan keberanian D.I. Panjaitan dalam mempertahankan ideologi Pancasila dan kedaulatan NKRI hingga akhir hayat. Keteladanan tersebut menjadi warisan berharga yang lahir dari tanah Toba untuk Indonesia.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana dari Forum Martabe Sigurs (Formasi), Janner Sitorus, menyampaikan bahwa salah satu tujuan organisasi tersebut adalah mendorong kemajuan budaya serta menjaga nilai-nilai sejarah yang ada di daerah.
Pada kesempatan yang sama, Arta Siagian dan Tumpal Panjaitan yang mewakili keluarga besar D.I. Panjaitan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan yang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Toba.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Paber Napitupulu, Asisten Pemerintahan Eston Sihotang, Kabid Pengembangan Kebudayaan Disbudparekraf Provinsi Sumatera Utara Sylvia Rosita Lubis, Pabung 0210/TU, unsur Forkopimcam Silaen, perwakilan Kejaksaan Negeri Toba, serta berbagai elemen masyarakat. (SC-JT)













![[Foto 9] Gareng, bersama putrinya Endang Nilowati, dan istrinya mendengarkan laporan persiapan pernikahan dari para dungik](https://sumutcyber.com/wp-content/uploads/2026/10/Foto-9-Gareng-bersama-putrinya-Endang-Nilowati-dan-istrinya-mendengarkan-laporan-persiapan-pernikahan-dari-para-dungik-90x90.jpg)






















