Rico Waas: Hormati Perbedaan Awal Puasa

Medan – Pemko Medan bekerjasama dengan Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU menggelar Rukyatul Hilal penentuan awal Ramadan 1447H/2026 M di lantai 7 Laboratorium OIF UMSU, Jalan Denai, Selasa (17/2/2026).

Pemantauan hilal awal Ramadan itu dilakukan langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Prof. Dr. Agussani, MAP, Ketua MUI Medan Dr. H. Hasan Matsum, M.Ag, Kepala Kemenag Kota Medan Dr. H. Impun Siregar, MA, Buya Dr. KH Amiruddin, MS, Ketua PDM Kota Medan Maulana Siregar, MA, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam se-Kota Medan.

Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU merupakan salah satu dari 73 titik pemantauan hilal nasional yang ditetapkan pemerintah.

Dalam sambutannya, Rico Waas menekankan bahwa potensi perbedaan waktu mulainya awal puasa tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, justru harus dipandang sebagai kekayaan perspektif dalam beragama.

“Kita sudah berpuluh-puluh tahun hidup dalam saling pengertian. Mau mulainya barengan atau berbeda kita tetap saling menghormati sebagai satu bangsa Indonesia yang saling menyayangi dan menguatkan,”kata Rico Waas.

Maka dari itu, Rico Waas menghimbau agar energi masyarakat tidak habis hanya untuk memperdebatkan masalah teknis penanggalan. Fokus utama seharusnya dialihkan pada persiapan mental dan spiritual dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita menjalani ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan sampai kita sibuk memperdebatkan perbedaan hingga kualitas ibadah kita justru berkurang,” ujar Rico Waas.

Selain membahas persiapan Ramadan, Rico Waas juga memberikan apresiasi tinggi kepada UMSU yang memiliki fasilitas observatorium kelas dunia. OIF UMSU disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik dan menjadi kebanggaan warga Medan dalam pengembangan ilmu falak di Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia, pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut berbeda dengan penetapan PP Muhammadiyah yang lebih dahulu menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026 menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). (SC03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *