Punguan Si Raja Tambun Toba Inisiasi Gotongroyong di Bondar Sileap Banua

Toba – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Parsadaan Pomparan Raja Tambun Indonesia (PPRTI) Kabupaten Toba melakukan terobosan dengan menginisiasi gotong-royong membersihkan bondar (irigasi) Sileap Banua, Jumat (2/5/2025).

Lokasi bondar ini, berada wilayah Desa Matio dan Desa Baruara di Kecamatan Balige. Dimana, aliran air dari irigasi ini, dimanfaatkan setidaknya tiga desa di wilayah Kecamatan Balige dan Kecamatan Laguboti, yakni. Desa Baruara dan Desa Lumban Pea Timur di Kecamatan Balige, dan Desa Sibarani Nasampulu di Kecamatan Laguboti.

Atas kebutuhan pasokan air bagi pertanian warga, ketiga desa tersebut, kompak melaksanakan giat gotong royong bersama ini.

Ketua PPRTI Toba, melalui Faber Tambunan selaku Sekretaris, sekaligus Kepala Desa Lumban Pea Timur, mengungkapkan, bahwa pihaknya sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Baruara dan Pemerintah Desa Sibarani Nasampulu, serta kepada Camat Balige dan Camat Laguboti, perihal rencana gotong royong ini.

“Puji Tuhan, inisiasi kami sangat disambut baik dan akhirnya gotong royong dapat terlaksana hari ini,” ucap Faber Tambunan didampingi Kades Sibarani Nasampulu, Soltan Sibarani dan Ranto Tambunan mewakili Pemerintah Desa Baruara, di lokasi gotong royong.

Dalam kesempatan ini, Faber Tambunan mengucapkan terimakasih kepada Rutan Balige yang melibatkan dua puluhan warga binaan, turut berkontribusi pada kegiatan gotong royong ini.

“Selain kegiatan hari ini, Rutan Balige, kerap hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kegiatan desa, oleh karenaya kami sangat apresiasi dan ucapkan terimakasih,” kata Faber Tambunan.

Camat Balige Partogi Tambunan dan Camat Laguboti Aprilla Nessy Tampubolon, sangat mengapresiasi kegiatan gotong royong ini. “Kedepannya Pemerintah Kecamatan, akan memberikan kontribusi dengan mengoptimalkan gotong royong yang berkelanjutan, sehingga permasalah irigasi tersebut dapat terselesaikan. Irigasi akan kita pastikan bersih, sehingga air dapat lancar mengalir ke lahan-lahan pertanian masyarakat,” ucap kedua Camat, kompak.

Terkait penanganan irigasi ini oleh Pemkab Toba, Kabid Pengairan Dinas PUTR Toba Piter Pangaribuan mengungkapkan bahwa, selama ini Pemkab Toba memfokuskan penanganan irigasi induk (primer). Hal ini akibat keterbatasan anggaran. “Kendati demikian, jika ada ketersediaan anggaran, tak tertutup akan dilakukan penanganan pada irigasi sekunder, apalagi yang sangat vital,” kata Piter.

“Kami sangat mengapresiasi, peran serta dan swadaya masyarakat dalam kegiatan semacam ini. Selain itu, kami mengimbau petugas P2A agar tetap diberdayakan dalam hal upaya perawatan dan pengawasan setiap irigasi di masing-masing desa,” imbuh Piter Pangaribuan. (SC-JT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *