“Anggaran yang diturunkan Pemprov Sumut untuk MUI sangat besar pada tahun ini, bahkan pusat saja tidak sebesar itu. Hasilnya mulai terlihat, karena di tahun 2019 MUI Sumut terpilih menjadi MUI terbaik di Indonesia. Ini tentu luar biasa, tetapi tentu itu harus dibarengi dengan kinerja yang semakin baik, melayani masyarakat lebih baik, membina masyarakat lebih baik, sehingga Sumut bisa lebih maju,” kata Yusnar, yang juga Ketua Umum PB Al Wasliyah ini.
PR MUI Sumut
Sementara itu, Ketua MUI Sumut Abdullah Syah mengatakan, masih banyak pekerjaan rumah (PR) organisasi yang saat ini dipimpinnya. PR yang pertama yaitu masih sedikitnya sentuhan ulama-ulama MUI ke daerah-daerah terpencil dan perbatasan. Menurutnya umat Islam di daerah ini sebagian besar kesulitan secara ekonomi dan juga keagamaan.
Selain itu juga karena banyaknya permintaan masyarakat untuk pendakwah perempuan di tahun ini, MUI Sumut juga menempa kader ulama perempuan. Hanya saja masih terkendala soal tempat pendidikan dan juga ketika turun ke tengah-tengah masyarakat. Walau begitu, MUI tetap mempersiapkan kader perempuannya tahun ini.
“Bayangkan di daerah pinggiran atau perbatasan, untuk mencari khatib saja susah. Bukan itu saja, terkadang bila ada acara hanya satu orang yang bisa membaca doa, bila dia berhalangan tidak ada yang membaca doa. Saya harapkan ini menjadi perhatian khusus bagi pengurus berikutnya termasuk juga untuk kader ulama perempuan kita, karena saat ini kita baru memulai pengkaderan untuk perempuan,” kata Abdullah.













![[Foto 9] Gareng, bersama putrinya Endang Nilowati, dan istrinya mendengarkan laporan persiapan pernikahan dari para dungik](https://sumutcyber.com/wp-content/uploads/2026/10/Foto-9-Gareng-bersama-putrinya-Endang-Nilowati-dan-istrinya-mendengarkan-laporan-persiapan-pernikahan-dari-para-dungik-90x90.jpg)






















