Polres Asahan Tunggu Hasil Autopsi Wanita yang Tewas di Neeta Salon Kisaran

Asahan – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Asahan masih menunggu hasil autopsi terkait kasus tewasnya seorang wanita di Netta Salon, yang juga diduga disebut sebagai tempat hiburan malam (THM) atau Karaoke Neeta, di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan. Kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian.

Hal itu disampaikan Kapolres Asahan AKBP Adi Dharma Pramudita, S.H., S.I.K., M.Sc.IT., melalui KBO Sat Reskrim Polres Asahan, Iptu Ahmadi, S.H., Selasa (13/10/2026).

“Informasi terkait tewasnya seorang wanita di dalam ruangan Neeta Salon Kisaran benar. Pihak Polres Asahan saat ini sudah melakukan autopsi terhadap korban pada Senin, 12 Oktober 2026,” ujar Ahmadi melalui telepon seluler.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh, korban berinisial WH (30), warga Kecamatan Kisaran Timur, meninggal dunia pada Minggu (11/10/2026) dini hari.

“Awalnya, kita mengetahui kondisi korban yang sudah tidak bernyawa di RS Bunda Mulia Kisaran. Kemudian, tim dari Unit Jatanras Polres Asahan langsung membawa jenazah korban ke salah satu rumah sakit di Kota Tebing Tinggi untuk dilakukan autopsi,” jelasnya.

Menurut Ahmadi, autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban. Hingga Selasa (13/10/2026), pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut.

“Jika hasil autopsi menunjukkan adanya indikasi penggunaan narkoba, Sat Reskrim Polres Asahan akan melimpahkan perkara tersebut kepada Sat Narkoba Polres Asahan untuk proses lebih lanjut,” katanya.

Ahmadi menambahkan, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi yang dinilai mengetahui peristiwa tersebut. Polisi juga telah memasang garis polisi di sejumlah titik di Netta Salon, termasuk di ruangan (room) dan kamar mandi.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari sejumlah sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, korban diduga mendadak terjatuh dan tidak sadarkan diri di area toilet Netta Salon Kisaran.

Korban kemudian dibawa ke RS Bunda Mulia Kisaran. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Terpisah, sejumlah kalangan masyarakat mendesak Polres Asahan agar mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk memeriksa pemilik tempat usaha itu. (SC-Denny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *