Ahmedabad, India – Sebuah pesawat milik maskapai Air India dengan nomor penerbangan AI 171 mengalami kecelakaan pada Kamis, 12 Juni 2025, tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel di Ahmedabad. Pesawat yang membawa 242 orang itu jatuh menimpa asrama mahasiswa di kawasan Meghani Nagar, menewaskan setidaknya 269 orang, termasuk korban di darat.
Pesawat jenis Boeing 787-8 Dreamliner tersebut dijadwalkan terbang menuju London Gatwick, namun hanya sekitar 30 detik setelah tinggal landas, pesawat mengalami gangguan dan menabrak gedung asrama milik B.J. Medical College. Ledakan besar dan kobaran api segera terlihat dari lokasi kejadian.
Dari total 242 orang di dalam pesawat, sebanyak 241 dinyatakan tewas. Satu-satunya korban selamat adalah Vishwashkumar Ramesh, warga Inggris keturunan India yang duduk di kursi 11A dekat pintu darurat. Ia berhasil keluar dari reruntuhan dan saat ini menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.
Selain korban di pesawat, otoritas setempat menyebutkan setidaknya 28 orang di darat turut meninggal dunia, dan sekitar 60 lainnya mengalami luka-luka akibat bangunan yang runtuh dan terkena puing pesawat.
Korban jiwa dalam penerbangan ini berasal dari berbagai negara, dengan rincian 169 warga India, 53 warga Inggris, 7 warga Portugal, dan satu warga Kanada bernama Dr. Nirali Patel.
Perdana Menteri India Narendra Modi langsung mengunjungi lokasi kejadian dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. PM Inggris Keir Starmer dan Raja Charles III juga turut menyampaikan duka cita mendalam atas insiden ini. Sementara itu, Tata Group selaku induk perusahaan Air India menjanjikan santunan sebesar 1 crore rupee (sekitar Rp1,9 miliar) bagi keluarga korban.
Badan Investigasi Kecelakaan Pesawat (AAIB) India bersama Boeing dan GE Aerospace kini tengah melakukan penyelidikan mendalam. Black box telah ditemukan dan sedang dianalisis. Dugaan awal mengarah pada kehilangan daya secara mendadak atau gangguan pada sistem kendali pesawat. Kecelakaan ini menjadi insiden fatal pertama yang melibatkan Boeing 787 Dreamliner sejak pesawat tersebut mulai beroperasi pada 2011.
Hingga kini, tim penyelamat gabungan dari kepolisian, militer, dan pemadam kebakaran masih bekerja di lokasi kejadian untuk mencari sisa jenazah dan membersihkan puing-puing. (SC03/berbagai sumber)
![]()


















