Medan – Murni Teguh Memorial Hospital (MTMH) Medan kembali meraih prestasi di kancah nasional. Rumah sakit yang berlokasi di Jalan Jawa, Medan ini meraih PERSI Award 2025 sebagai salah satu dari 12 rumah sakit terbaik di Indonesia dalam layanan jantung serta 10 terbaik dalam layanan neurologi.
Penghargaan bergengsi dari Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) itu diumumkan pada 27 September 2025, setelah melalui seleksi ketat terhadap lebih dari 3.270 rumah sakit di seluruh Indonesia. Penilaian dilakukan berdasarkan mutu tata laksana, fasilitas dan peralatan medis, sumber daya manusia, hingga capaian klinis yang berdampak nyata bagi pasien.
Wadir Pelayanan Medik dan Keperawatan dr. Bangbang Buhari, MKM, menuturkan MTMH Medan telah menangani lebih dari 6.800 pasien jantung, termasuk tindakan kateterisasi di Cath Lab dan operasi jantung terbuka sepanjang 2024 hingga Agustus 2025.
“Sejak 2021, MTMH rutin melakukan operasi jantung terbuka, dan pada 2025 menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang melaksanakan operasi jantung minimal invasif (MICS), baik untuk CABG maupun operasi katup jantung,” kata dr. Bangbang mengawali konferensi pers di Auditorium MTMH Medan, Senin (6/10/2025).
Sedangkan untuk layanan neurologi, kata Bangbang, MTMH telah menangani lebih dari 3.600 pasien stroke dengan pendekatan komprehensif. “Tindakan trombolisis dan trombektomi kami lakukan secara rutin. Karena itu, MTMH beberapa kali meraih Diamond Status dari World Stroke Organization (WSO)/Angels Award, penghargaan internasional bergengsi di bidang tata laksana stroke,” jelas dr. Bangbang.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Murni Sadar Tbk, Dr. dr. Mutiara, MHA, MKT, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan semata simbol keberhasilan, tetapi bentuk tanggung jawab terhadap amanah pelayanan kesehatan.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim — dokter, perawat, hingga staf pendukung yang melayani dengan hati. Ini bukan tentang siapa yang terbaik, tetapi bagaimana kami bisa memberi yang terbaik,” ujar dr. Mutiara.
Ia menambahkan, penghargaan dari PERSI menjadi dorongan bagi MTMH untuk terus berinovasi dan mengembangkan layanan unggulan secara berkelanjutan.
“Kami terus menghadirkan inovasi, mulai dari teknik bedah jantung minimal invasif hingga teknologi pencitraan mutakhir. Namun di atas semua itu, kami ingin membangun rumah sakit yang berfokus pada empati, kasih, dan kecepatan menolong pasien,” tuturnya.
Kesadaran Masyarakat Meningkat
Menurut dr. Mutiara, masyarakat Indonesia kini semakin sadar akan pentingnya penanganan cepat terhadap penyakit jantung dan stroke. Kesadaran ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi rumah sakit untuk meningkatkan layanan preventif dan kuratif.
“Outcome pasien stroke kami kini mencapai 98 persen berhasil pulih tanpa kecacatan berat. Ini membuktikan bahwa penanganan cepat dengan standar internasional bisa dilakukan di Medan, tanpa harus ke luar negeri,” ujarnya.

Ia juga menilai kehadiran PERSI sangat penting dalam memperkuat ekosistem rumah sakit nasional.
“PERSI bukan sekadar lembaga penilai, tapi sahabat rumah sakit. Mereka membantu kami memahami apa yang perlu diperbaiki dan mendorong semua RS untuk tumbuh bersama. Dengan sinergi seperti ini, pelayanan kesehatan nasional akan semakin tangguh,” imbuhnya.
Sedangkan, Plt. Direktur MTMH, dr. Jong Khai, MARS, juga menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa rumah sakit di daerah juga mampu memberikan pelayanan setara standar nasional maupun internasional.
“Kami bersyukur mendapatkan penghargaan dari PERSI sebagai RS terbaik dalam layanan neurologi dan jantung. Untuk neurologi, ini kali kedua setelah tahun 2024 kami juga meraih penghargaan serupa. Pencapaian ini menunjukkan masyarakat tidak perlu ragu terhadap kualitas pengobatan di dalam negeri,” ujar dr. Jong Khai.
Apresiasi
Wakil Sekretaris PERSI Wilayah Sumut, dr. Jamaluddin, MARS, menyebut penilaian PERSI Award meliputi indikator input, proses, dan outcome. MTMH, katanya, unggul dalam sarana prasarana, SDM, kecepatan diagnosis, ketepatan tindakan medis, serta hasil klinis yang signifikan.
“Dari 290 rumah sakit di Sumatera Utara, MTMH terpilih sebagai perwakilan daerah dan berhasil meraih pengakuan nasional. Ini membuktikan mutu pelayanan di Sumut mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Dokter spesialis jantung dr. Nizam Zikri Akbar, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, menegaskan bahwa kecepatan penanganan menjadi kunci keberhasilan.
“Mulai dari pasien datang dengan nyeri dada hingga penegakan diagnosis, semua berlangsung dalam waktu sangat singkat. Kami tidak mengenal tanggal merah, karena setiap pasien harus mendapat pelayanan cepat dan tepat,” ungkapnya.
Senada dengan itu, dokter spesialis saraf dr. Muhammad Yusuf, Sp.S, FINS, FINA, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap gejala awal stroke.
“Kesempatan emas penanganan stroke ada di empat setengah jam pertama. Di MTMH, seluruh tindakan — dari trombolisis hingga trombektomi — dapat dilakukan, sehingga banyak pasien bisa pulang dengan kondisi berjalan kaki hanya beberapa hari setelah dirawat,” tuturnya.
Keduanya juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran direksi MTMH. “Dengan dukungan sarana dan prasarana dari direksi MTMH, kami bisa melakukan hal-hal yang ideal atau bisa dikatakan melakukan tindakan dengan standar internasional,” tambah dr. Nizam.
Dengan raihan PERSI Award 2025, Murni Teguh Memorial Hospital Medan menegaskan komitmennya menjadi pusat rujukan layanan jantung dan neurologi di Sumatera Utara dan Indonesia.
Capaian ini sekaligus memperkuat peran MTMH dalam mendukung penguatan sistem kesehatan nasional dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mutu layanan rumah sakit dalam negeri. (SC03)




































