Menhut Main Domino dengan Eks Tersangka Pembalakan Liar, DPR Minta Lebih Berhati-Hati Jaga Integritas Lembaga

Jakarta – Foto Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tengah bermain domino bersama pengusaha Aziz Wellang, mantan tersangka kasus pembalakan liar, viral di media sosial pada Senin malam (1/9/2025). Momen tersebut langsung menuai beragam komentar publik, termasuk dari anggota Komisi IV DPR RI.

Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet, menilai peristiwa ini menjadi catatan penting dalam tata kelola pemerintahan, khususnya dalam menjaga integritas kementerian yang bertanggung jawab terhadap kelestarian hutan.

“Apapun alasannya, ini adalah tindakan kontra produktif. Di saat Presiden menekankan semangat pemberantasan korupsi dan penegakan hukum tanpa pandang bulu, justru muncul peristiwa yang berpotensi merusak citra komitmen pemerintah,” kata Slamet dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Ia juga menyoroti klarifikasi Menteri Kehutanan yang menyatakan tidak mengenal sosok Aziz Wellang. “Alasan tidak mengenal ini memberikan sinyal bahwa Menteri Kehutanan tidak detail terhadap lingkup kerjanya, padahal pengawasan terhadap aktor-aktor yang terlibat dalam kejahatan kehutanan adalah bagian dari tanggung jawab utama,” ujarnya.

Politisi Fraksi PKS itu mengingatkan adanya potensi moral hazard. “Ketika seorang menteri bisa dengan mudah berfoto dengan tersangka kasus besar, maka pesan yang muncul ke bawah bisa keliru, seolah-olah ada ruang kompromi dengan pelaku perusakan hutan. Hal ini jelas berbahaya,” tegas Slamet.

Menanggapi polemik tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, DPR, dan masyarakat. “Dari hati terdalam, saya mohon maaf sebesar-besarnya pada Pak Presiden Prabowo, Komisi IV DPR mitra saya, terutama masyarakat Indonesia. Permohonan maaf atas kericuhan yang terjadi karena foto yang beredar tersebut,” ujar Raja Juli di Istana Kepresidenan, Selasa (9/9/2025).

Raja Juli menjelaskan dirinya tidak mengetahui status Aziz Wellang dalam kasus pembalakan liar. Ia mengaku saat itu sedang berbincang dengan Abdul Kadir Karding di posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), dan diminta ikut bermain domino.

“Saya dari toilet mau pulang, terus mereka bilang ‘main dulu’. Dua orang berdiri, saya duduk di sana. Saya cuma main dua kali setelah itu saya pulang. Saya tidak tahu status teman main saya yang kiri dan kanan,” terangnya.

Slamet menekankan agar ke depan Menteri Kehutanan lebih berhati-hati dan menjaga integritas lembaga. “Kita mendukung penuh semangat Presiden dalam memberantas korupsi dan kejahatan kehutanan. Kementerian Kehutanan harus berada di garda terdepan, bukan justru memberikan sinyal ambigu kepada publik,” pungkasnya. (SC03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *