Medan – Dedi Saputra Pane, tokoh muda pendiri DSP Centre menyebutkan, kehadiran Karang Taruna sebagai wadah pengembangan generasi muda, punya peran strategis terutama di Kota Medan dan dinamis dan heterogen. Karenanya program peningkatan kualitas dan pembangunan karakter pemuda jadi prioritas.
“Karena kehadiran Karang Taruna itu, tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat. Maka makna gerakan muda melalui proses regenerasi yang baik, harus bisa menjawab tantangan perubahan sosial yang begitu cepat sekarang ini,” ujar Dedi Saputra Pane, Jumat (1/5/2026).
Perubahan sosial yang begitu cepat dalam era globalisasi dan digitalisasi teknologi menurut Dedi, menuntut para pemuda lebih adaptif sekaligus tetap menjaga nilai integritas serta moral yang kuat.
“Karena itu, untuk memperkuat posisi para pemuda, khususnya Karang Taruna, beberapa program menjadi usulan penting bagi keberadaan organisasi ini di tengah masyarakat. Pertama perlunya ada pelatihan keterampilan (soft dan hard), kewirausahaan, kepemimpinan dan kegiatan sosial kemasyarakatan,” jelas Dedi.
Dengan daya saing yang tinggi, tambah Dedi, para pemuda akan lebih berani dan percaya diri untuk mengembangkan kapasitas sekaligus memiliki nilai moral serta integritas sebagai anak bangsa. Sehingga pembangunan karakter sebagai nilai dasar juga tak kalah penting bagi generasi muda.
“Intinya bagaimana Regenerasi bagi Karang Taruna ke depan, menguatkan nilai dasar seperti disiplin, tanggungjawab, kepedulian sosial, nasionalisme serta integritas. Dari sini pula semangat gotong royong yang diwariskan para pendahulu bangsa ini, harus tetap kita pertahankan. Begitu juga sikap empati menyoroti persoalan sosial yang terjadi di masyarakat,” katanya.
Selain itu, Dedi Saputra Pane (DSP) juga mengingatkan bahwa tantangan generasi muda sekarang ini tidak ringan, seperti kurang partisipatif dan kuatnya pengaruh negatif media sosial. Sehingga perlu ada dukungan penuh Pemerintah Kota (Pemko) Medan sampai ke Kelurahan, dalam mendorong dedikasi dan semangat pemuda yang kreatif dan inovatif.
“Bagaimana pemuda (Karang Taruna) juga kita dorong untuk aktif memperkuat basis keterampilannya, dan ‘Tegak Lurus’ dengan program pemerintah Kota Medan,” sebut Dedi.
Yang penting, kemampuan para Kader Karang Taruna juga berbasis kebutuhan zaman. Dengan pengelolaan yang baik dan inovatif, Karang Taruna di Kota Medan dapat menjadi motor penggerak pembangunan sosial berbasis pemuda,” pungkasnya. (SC02)




































