14 Orang Tewas Akibat Kecelakaan KRL dengan Kereta Argo Bromo di Bekasi Timur, Prabowo Minta Dilakukan Investigasi Menyeluruh

Bekasi – 14 orang dinyatakan meninggal dunia usai terjadi kecelakaan antara KRL dengan kereta Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Senin (28/4/2026). Hingga saat ini, belum dijelaskan secara rinci penyebab insiden operasional tersebut. KAI (Kereta Api Indonesia) menyatakan informasi lanjutan akan disampaikan setelah proses penanganan di lapangan selesai.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait insiden operasional yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, pada Senin (27/4/2026).

Informasi tersebut disampaikan KAI melalui unggahan resmi akun Instagram @kai121_ yang menyebutkan bahwa insiden tersebut berdampak pada perjalanan kereta api.

Dalam keterangannya, KAI menyebut saat ini seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan mengutamakan keselamatan.

“Kami memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelanggan dan keluarga yang menunggu kabar. Saat ini, seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan,” tulis KAI dalam pernyataan resminya.

KAI juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan memastikan seluruh penumpang serta petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin.

“Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” lanjut pernyataan itu.

Selain itu, KAI menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lokasi kejadian.

Batalkan 13 Perjalanan Kereta Jarak Jauh

PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait insiden operasional yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur yang berdampak pada perjalanan kereta api.

Melalui pernyataan resmi yang diunggah pada Selasa (28/4/2026), KAI menyebut peristiwa tersebut membawa duka mendalam. Perusahaan juga menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.

“KAI menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak, serta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” demikian pernyataan resmi KAI.

Akibat insiden tersebut, KAI melakukan penyesuaian perjalanan kereta api dengan mengutamakan keselamatan serta mendukung proses penanganan di lokasi kejadian.

KAI mencatat, hingga publikasi informasi tersebut, terdapat 13 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh yang dibatalkan pada 28 April 2026.

Bagi pelanggan yang terdampak pembatalan, KAI memastikan penumpang berhak mendapatkan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen dengan masa pengajuan hingga tujuh hari ke depan.

Saat ini, KAI menyatakan terus mengupayakan pemulihan perjalanan kereta secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama.

Investigasi Menyeluruh

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, pada Selasa, 28 April 2026. Dia memastikan pemerintah akan segera melakukan investigasi menyeluruh serta mempercepat perbaikan sistem keselamatan perlintasan kereta api, menyusul kecelakaan yang terjadi di Bekasi.

“Saya hari ini saya datang ke rumah sakit Bekasi, tentunya kita semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi, atas nama pemerintah, kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana,” ujarnya kepada awak media dilansir dari presidenri.go.id.

Dalam keterangannya, Presiden juga menyoroti masih banyaknya perlintasan kereta api yang belum dilengkapi sistem pengamanan memadai. Pemerintah pun berkomitmen untuk segera melakukan penataan secara menyeluruh.

“Secara garis besar memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga ya. Kita segera akan atasi,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Presiden Prabowo menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi guna mengurangi risiko kecelakaan, mengingat tingginya kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.

“Pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover, karena Bekasi ini juga padat ya, dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat-sangat mendesak, jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan Presiden,” ungkap Presiden.

Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan serupa di Pulau Jawa yang memerlukan penanganan. Pemerintah pun telah menginstruksikan percepatan perbaikan melalui berbagai skema, termasuk pembangunan flyover maupun peningkatan sistem pengamanan.

“Sekarang sudah lah kita selesaikan semua itu, saya sudah perintahkan segera kita akan perbaiki semua ya, lintasan tersebut ya, apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover,” lanjutnya.

Terkait kondisi korban, Presiden menyampaikan bahwa sebagian besar telah mendapatkan penanganan medis yang baik, bahkan sejumlah korban sudah diperbolehkan pulang. “Sebagian sudah dikembalikan, sebagian sudah diurus, pokoknya semuanya sudah diurus.” jelasnya.

Presiden juga memastikan bahwa pemerintah akan memberikan kompensasi kepada para korban sesuai ketentuan yang berlaku. “Ya nanti ada, semuanya ada kompensasinya,” tutup Presiden. (SC03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *