Medan – Di tengah derasnya arus disrupsi informasi, dunia jurnalistik dituntut untuk bergerak cepat dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Perubahan yang begitu pesat, mulai dari hadirnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) hingga berbagai platform digital, menjadi tantangan tersendiri bagi insan pers, terutama bagi para wartawan yang telah mengabdikan diri jauh sebelum era digital berkembang seperti saat ini.
Berangkat dari semangat tersebut, pengurus Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) di bawah kepemimpinan Muhammad Edison Ginting memberikan apresiasi kepada para wartawan senior, baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak lagi bertugas di lapangan.
Pada Kamis (13/8/2026), pengurus PWPM mengunjungi sejumlah wartawan senior yang pernah bertugas di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Salah satu kunjungan dilakukan ke kediaman Hj. Mardiana Chaniago atau yang akrab disapa Bundo di Jalan Senam, Kecamatan Medan Kota.
Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan antargenerasi di kalangan insan pers. Menurutnya, wartawan senior tidak boleh dilupakan meskipun zaman terus bergerak dan mengalami perubahan.
“Kedatangan kami merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi Bundo yang telah menjadi inspirasi bagi kami sebagai jurnalis. Kami berharap silaturahmi ini dapat terus terjalin. Semoga Bundo selalu diberikan kesehatan dan tetap semangat menjalani aktivitas. Kami juga berharap Bundo terus memberikan masukan dan saran kepada kami,” ujar Ginting.
Setelah itu, pengurus PWPM melanjutkan silaturahmi ke kediaman wartawan senior lainnya, seperti Idris Pasaribu, H. Marjili, Zulfikar Tanjung, Sri Sahati, dan Nurlinsyah atau yang akrab disapa Kak Butet.
Bagi Ginting, pengalaman yang dimiliki para wartawan senior merupakan bagian penting dari perjalanan panjang dunia jurnalistik yang tidak boleh terputus begitu saja. Karena itu, di tengah persiapan rapat kerja PWPM sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pihaknya menyempatkan diri untuk menemui para senior.
Menurutnya, organisasi wartawan tidak hanya berbicara tentang program kerja dan agenda masa depan, tetapi juga tentang bagaimana menghargai mereka yang telah lebih dahulu menapaki perjalanan jurnalistik.
Dalam kegiatan tersebut, PWPM juga menyerahkan bingkisan sebagai bentuk penghormatan kepada para wartawan senior. Selain diberikan secara langsung di kediaman masing-masing, sebagian bingkisan juga diserahkan di Sekretariat PWPM yang berada di Kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 2, Medan.
Mata Berkaca-kaca
Hj. Mardiana Chaniago tidak dapat menyembunyikan rasa harunya saat menerima kunjungan dari pengurus PWPM.
“Di usia 84 tahun, Bundo bersyukur kita masih bisa berkumpul. Bundo sangat tersanjung atas kedatangan anak-anak Bundo yang masih aktif sebagai jurnalis. Indonesia harga mati. Mungkin fisik sudah terbatas, tetapi pikiran belum lemah,” ucapnya sambil menyeka air mata.
Kalimat sederhana itu menggambarkan perjalanan panjang seorang perempuan yang telah melewati berbagai fase dalam sejarah pers Indonesia. Lahir pada 17 Juli 1942 dan pernah tinggal di kawasan Jalan SM Raja, Kampung Masjid, Medan, Bundo menjadi saksi hidup perubahan dunia jurnalistik dari masa ke masa.
Ia menjalani profesi ketika berita masih ditulis dengan tangan, kemudian beralih ke mesin tik, komputer, hingga memasuki era laptop dan telepon pintar yang memungkinkan berita dikirim hanya dalam hitungan detik.
Teknologi terus berkembang. Cara kerja terus berubah. Zaman terus berganti. Namun, satu hal yang tetap bertahan dalam diri Bundo, yakni kecintaannya terhadap dunia jurnalistik.
Meriahkan HUT RI dengan Berbagai Perlombaan
Selain menggelar kegiatan sosial, PWPM juga menyelenggarakan berbagai perlombaan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sejumlah permainan tradisional yang akrab di tengah masyarakat, seperti dam domino, catur, dan congkak, menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.
Edison Ginting mengatakan, kegiatan itu diharapkan dapat mempererat kebersamaan dan memperkuat rasa kekeluargaan di antara anggota PWPM.
“Selain berbagi, kami juga ingin menciptakan suasana kebersamaan. Karena itu, kami mengadakan perlombaan dam domino, catur, congkak, dan berbagai kegiatan lainnya. Semangatnya adalah merayakan kemerdekaan dengan penuh kebersamaan,” ujar wartawan senior Harian Waspada tersebut.
Dalam pelaksanaan kegiatan, PWPM juga terus menjalin sinergi dengan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas beserta organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan.
Menurut Ginting, wartawan memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Oleh karena itu, hubungan yang harmonis antara pemerintah dan insan pers perlu terus dijaga tanpa mengesampingkan fungsi pers sebagai kontrol sosial.
“Sinergi ini tentu kami harapkan dapat terus berjalan. Pers memiliki fungsi menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjalankan kontrol sosial. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat bersama-sama memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kota Medan,” pungkasnya. (SC03)












![[Foto 9] Gareng, bersama putrinya Endang Nilowati, dan istrinya mendengarkan laporan persiapan pernikahan dari para dungik](https://sumutcyber.com/wp-content/uploads/2026/10/Foto-9-Gareng-bersama-putrinya-Endang-Nilowati-dan-istrinya-mendengarkan-laporan-persiapan-pernikahan-dari-para-dungik-90x90.jpg)






















