Medan – PT Pegadaian terus mendorong masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas dalam merencanakan masa depan melalui investasi emas. Pemimpin Cabang Simpang Limun PT Pegadaian, Romadiana, menegaskan bahwa menabung emas menjadi salah satu pilihan strategis untuk menjaga nilai kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi.
“Menabung uang itu perlu, sedangkan menabung emas adalah harus. Menabung uang menjaga likuiditas dan memudahkan transaksi, sedangkan emas terbukti melindungi nilai dari inflasi dan menjadi aset strategis untuk berbagai rencana masa depan, seperti pendidikan, pensiun, hingga ibadah haji,” ujar Romadiana, Senin (1/9/2025).
Menurutnya, emas memiliki karakteristik unik yang menjadikannya instrumen investasi unggulan. Beberapa di antaranya adalah likuid karena mudah dicairkan kapan saja, bersifat universal dengan standar kadar yang diakui global, serta fleksibel karena dapat dipilih dalam bentuk batangan, perhiasan, maupun emas digital.
“Emas adalah safe haven. Nilai riilnya cenderung stabil bahkan meningkat di tengah gejolak ekonomi. Melalui Tabungan Emas Pegadaian, kami memberikan solusi agar masyarakat bisa menabung emas dengan aman, mudah, dan terjangkau,” tambahnya.
Romadiana menjelaskan, Pegadaian menjamin keamanan transaksi emas dengan sistem 1:1, yakni setiap pembelian emas oleh nasabah sudah tersedia stok fisiknya di Pegadaian. Masyarakat bisa mulai berinvestasi dengan nominal terjangkau, yakni setara Rp18 ribu atau 0,01 gram emas.
Selain menabung, nasabah juga dapat memonitor saldo Tabungan Emas secara digital, melakukan gadai Tabungan Emas saat membutuhkan dana likuid, hingga memanfaatkan produk Deposito Emas melalui aplikasi Pegadaian Digital.
Pegadaian berharap, kemudahan ini dapat menarik lebih banyak masyarakat, termasuk generasi milenial dan Gen Z, untuk mulai berinvestasi emas digital sebagai bagian dari diversifikasi portofolio.
“Tidak ada kata terlambat untuk menabung emas. Dengan Tabungan Emas Pegadaian, masyarakat dapat membangun fondasi keuangan yang lebih kuat agar hasil kerja keras mereka tidak tergerus inflasi,” tutup Romadiana. (SC06)




































