Medan – Berawal dari kepedulian terhadap empat anak yatim dari almarhum Abdullah yang telantar 17 tahun lalu, Yayasan Rumah Yatim Arrohman Indonesia kini sukses bertransformasi menjadi Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Gerakan ini dimulai saat teman-teman almarhum bergotong royong menyewa rumah di Jalan Letda Sujono No. 241, Medan, untuk membantu istri Abdullah, Zainab Hayati. Karena tingginya antusiasme masyarakat, inisiatif tersebut resmi dilegalkan sebagai yayasan pada 20 Juni 2007 oleh Notaris Dr. Wiratni Ahmadi, SH.
“Hingga saat ini, lembaga telah berjalan selama 16 tahun menebar kebaikan. Semua pencapaian ini terwujud atas izin Allah, kepercayaan para donatur, serta kerja keras para relawan yang bekerja tanpa pamrih,” tulis pihak yayasan dalam rekam jejaknya.
Pada tahun 2017, yayasan ini resmi diakui sebagai Laznas oleh Kementerian Agama dan Baznas RI. Selama 16 tahun berkiprah, lembaga ini tidak hanya fokus pada pendidikan anak yatim, tetapi juga mengelola zakat untuk program ekonomi produktif, bantuan sembako, layanan kesehatan, pembangunan rumah layak huni bagi delapan asnaf, serta renovasi ratusan tempat ibadah dan pesantren.
Dalam keterbukaan informasi terbarunya, Rumah Yatim membagi skema pelaporan menjadi dua kategori utama. Pertama, Laporan Orang Tua Asuh (Orta) yang dikhususkan bagi para donatur dengan komitmen bantuan langsung untuk kebutuhan anak-anak asuh. Kedua, Laporan Donatur Umum yang mencatat seluruh transaksi serta manifestasi bantuan kemanusiaan lainnya.
Lembaga ini hadir agar anak-anak yatim dapat menjalani kehidupan yang layak dan bermanfaat. Program Orta menjadi program yang paling berdampak bagi anak-anak binaan karena bertujuan menghadirkan orang tua asuh bagi anak yatim dhuafa agar kebutuhan dasar mereka terpenuhi, baik di bidang pendidikan, kesehatan, pangan, maupun pengembangan keterampilan.
“Kalau untuk program yang paling berdampak untuk anak-anak kami, ya program Orta, karena di program itu anak-anak bisa belajar tentang kehidupan,” ujar Siti Aminah.
Anak-anak juga dilatih untuk mengembangkan kemampuan soft skill mereka. Kemampuan tersebut akan sangat membantu, tidak hanya selama masa sekolah hingga kuliah, tetapi juga ketika memasuki dunia kerja. Soft skill yang dikembangkan di asrama Rumah Yatim mencakup kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, empati, serta kemampuan bersosialisasi dan beradaptasi dengan masyarakat luas.
“Selain soft skill, kami juga melatih anak-anak untuk mengembangkan hard skill mereka, seperti penguasaan perangkat teknologi digital, desain grafis, dan animasi,” ucap perempuan berhijab panjang tersebut.
Pada tahun 2025, seorang remaja perempuan bernama Ayu Nopiana (18), yang telah kehilangan ayahnya sejak berusia sembilan tahun, menjadi salah satu contoh keberhasilan pembinaan Rumah Yatim. Ayu diterima tinggal di Asrama Rumah Yatim sejak tahun 2021.
Selama menjalani pembinaan, Ayu belajar tentang kemandirian, kedisiplinan, hingga keberanian tampil di depan publik sebagai MC dan qari’ah. Dengan lingkungan yang suportif, Ayu mulai menunjukkan prestasi akademiknya. Ia berhasil diterima sebagai mahasiswi Kebidanan di Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dan kini telah memasuki semester dua.
Tak hanya berprestasi secara akademik, Ayu juga terpilih menjadi bagian dari Duta Kampus dan dipercaya sebagai sekretaris, sebuah pengalaman yang semakin mengasah kemampuan dirinya.
Selain itu, anak-anak binaan Rumah Yatim juga berhasil menorehkan sejumlah prestasi nonakademik, di antaranya:
– Juara 1 Lomba Tahfidz Antar Kelas di SMA Namira Islamic School Medan atas nama Muhammad Fadhil.
– Juara 2 Lomba MTQ Tingkat Kota Medan atas nama Muhammad Hendri.
– Juara 1 Tilawah di Sekolah dalam rangka Isra Mi’raj 1447 H tingkat daerah. (SC03)













![[Foto 9] Gareng, bersama putrinya Endang Nilowati, dan istrinya mendengarkan laporan persiapan pernikahan dari para dungik](https://sumutcyber.com/wp-content/uploads/2026/10/Foto-9-Gareng-bersama-putrinya-Endang-Nilowati-dan-istrinya-mendengarkan-laporan-persiapan-pernikahan-dari-para-dungik-90x90.jpg)






















