Tebing Tinggi – Kasus dugaan pencurian tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota Tebing Tinggi sempat viral di media sosial. Dalam video dan narasi yang beredar, disebutkan terduga pelaku merupakan pasangan suami istri yang membawa anak saat melakukan aksi tersebut pada Sabtu (7/2/2026) siang.
Namun, berdasarkan laporan masyarakat kepada Polres Tebing Tinggi, ternyata terduga pelaku hanya perempuan. Dia diduga mencuri tabung gas elpiji 3 kg di Jalan D.I. Panjaitan, Kelurahan Rambung, Kota Tebing Tinggi.
Menindaklanjuti laporan itu, Operator Call Center 110 segera meneruskan informasi kepada Piket SPKT Polres Tebing Tinggi. Selanjutnya, laporan tersebut disampaikan kepada Perwira Pengawas (Pawas) Polres Tebing Tinggi AKP Lidya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., bersama Perwira Pengendali (Padal) Ipda N.J. Silalahi. Personel kemudian langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP).
Setibanya di TKP, petugas mendapati seorang perempuan yang diduga sebagai pelaku pencurian tabung gas elpiji 3 kg milik warga. Berdasarkan keterangan pelapor, terduga pelaku diketahui berinisial JL. Selanjutnya, petugas membawa pelapor dan terduga pelaku ke SPKT Polres Tebing Tinggi untuk penanganan lebih lanjut.
Di SPKT Polres Tebing Tinggi, petugas memfasilitasi proses mediasi antara kedua belah pihak. Hasilnya, pelapor dan terduga pelaku sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Pelapor juga menyatakan tidak akan menuntut terduga pelaku di kemudian hari, sehingga perkara disepakati untuk diselesaikan secara damai.
Bocah di Sukabumi Meninggal dengan Luka di Tubuh Viral di Media Sosial, Polisi Selidiki Dugaan...
Kasi Humas Polres Tebing Tinggi, AKP Mulyono, Senin (9/2/2026), menyampaikan bahwa Polres Tebing Tinggi akan selalu merespons cepat setiap laporan masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
“Setiap laporan yang masuk ke Call Center 110 Polres Tebing Tinggi pasti kami tindak lanjuti dengan cepat. Kami juga mengedepankan pendekatan humanis dalam menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat, selama dapat diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar AKP Mulyono. (SC03)





























