UTBK-SNBT USU Resmi Bergulir, Rektor Pastikan Tanpa Kenaikan UKT

Medan – Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) tahun 2026, diikuti sebanyak 36.771peserta.

Pelaksanaan UTBK-SNBT ini, berlangsung 21 hingga 30 April 2026. Pelaksanaan UTBK-SNBT tidak hanya diadakan di Kampus USU, juga dilaksanakan di Universitas Medan Area, Universitas Sari Mutiara, SMA Negeri 1 Medan dan di Kepulauan Nias, yakni Gunungsitoli dan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan.

“Dilaksanakan seleksi UTBK-SNBT 2026, sampai dengan 20 sesi mulai hari ini. Kemudian ada juga di (Kepulauan) Nias, Teluk Dalam dan Gunung Setoli. Semuanya penuh sesinya dimulai pada hari ini sampai dengan tanggal 30 April 2026,” ungkap Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.Si kepada wartawan, di sela-sela peninjauan UTBK-SNBT 2026, di Kampus USU, Selasa (21/4/2026).

Muryanto Amin yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB 2026, mengatakan bahwa panitia memberikan fasilitas kepada peserta disabilitas atau berkebutuhan khusus untuk mengikuti UTBK-SNBT tahun ini.

“⁠⁠Jumlah peserta berkebutuhan khusus 7 orang terdiri dari tunanetra 2 orang, tunadaksa 2 orang, tunarungu 2 orang, dan tunawicara 1 orang,” ungkap Muryanto Amin didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Z. Hasibuan, S.Si., M.Si, Apt, Wakil Rektor II Bidang SDM, Keuangan, dan Sistem Informasi Dr. Arifin Nasution, S.Sos., M.S.P, Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Infrastruktur, dan Bisnis Dr. Muhammad Anggia Muchtar, S.T., MM.IT, dan Sekretaris Universitas Ir. Ikhsan Siregar, S.T., M.Eng., Ph.D.

Muryanto Amin menambahkan, bahwa pihaknya memberikan fasilitas bagi peserta kebutuhan khusus, untuk dapat mengikuti UTBK-SNBT 2026, dengan normal dan lancar.

“Tentu di dalam pelaksanaan UTBK ini ada kebutuhan-kebutuhan khusus, yang kita juga fasilitasi ya seperti misalnya peserta tunanetra, tunadaksa, tunarungu, tunawicara. Yang kita fasilitasi agar mereka bisa juga mendapat kesempatan yang sama drngan peserta yang lain,” jelas Muryanto.

Muryanto Amin mengungkapkan kuota penerimaan dari jalur UTBK-SNBT 2026 di USU 3008 orang, dengan perincian Sarjana 2.534 orang, Sarjana Terapan 274 orang dan Diploma 200 orang.

“Sedangkan, pengumuman hasil SNBT dijadwalkan 25 Mei 2026,” sebut rektor USU.

Dalam peninjauan pelaksanaan UTBK-SNBT di Kampus USU, Muryanto Amin mengatakan berjalan dengan lancar dan aman. Proses pelaksanaan UTBK-SNBT ini, dengan melibatkan pengawas dari dosen dan civitas akademika.  Termasuk pelaksanaan UTBK-SNBT berlangsung lancar di Kepulauan Nias dengan waktu yang bersamaan.

“Sejauh ini, lancar tidak ada masalah dan ini kan kita terus komunikasi karena kita kan disana juga ada pengawas. Pengawas yang kita kirim ke sana ada, petugas IT-nya juga ada kita kirim ke sana,” jelas Muryanto Amin.

Menanggapi isu biaya pendidikan, Muryanto menegaskan tidak ada kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tahun ini. Ia memastikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap memiliki akses untuk melanjutkan pendidikan.

“Tidak ada kenaikan UKT. Jika ada yang tidak mampu, silakan ajukan penyesuaian dengan bukti yang valid. Kami pastikan semua tetap punya kesempatan kuliah,” tegasnya.

Selain USU, Muryanto juga meninjau UTBK SNBT di Universitas Negeri Medan (Unimed). Menurutnya, pelaksanaan ujian berjalan sesuai rencana tanpa adanya insiden yang mengkhawatirkan. Sejak pagi hingga siang hari, seluruh mekanisme pengawasan dijalankan dengan ketat sesuai SOP yang telah ditetapkan.

Muri juga menyampaikan, pihaknya terus melakukan monitoring untuk mengantisipasi potensi risiko, termasuk praktik kecurangan seperti penggunaan joki yang sempat terjadi pada tahun sebelumnya.

Muryanto juga berpesan kepada para peserta agar tetap percaya pada kemampuan diri sendiri. “Semangat menjawab soal, jangan pernah percaya pada hal-hal yang menyesatkan. Percayalah pada kemampuan diri sendiri serta kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.

Rektor Unimed, Prof. Dr. Baharuddin, ST., M.Pd.. menambahkan, pihak kampus akan menindak tegas jika ditemukan kecurangan.

“Jika ada pelanggaran, akan kami periksa dan proses sesuai aturan. Bila perlu, kasus akan kami serahkan kepada pihak berwajib,” jelasnya. (SC08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *