Medan – Di usia senja, kesehatan menjadi tantangan yang tidak terelakkan. Berbagai penyakit datang silih berganti, menuntut perawatan medis yang tidak jarang memerlukan biaya besar. Helena Manalu, seorang ibu rumah tangga berusia 69 tahun, merasakan betul bagaimana Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan telah membantunya menghadapi berbagai kondisi medis yang serius.
“Saya sudah tiga kali menjalani operasi besar. Yang pertama, operasi angkat rahim karena sering mengalami pendarahan. Awalnya sama dokter diresepkan obat, tapi tetap saja masih pendarahan sehingga ketika saya datang untuk konsultasi lagi, dokter sudah menyarankan untuk operasi angkat rahim saja. Operasi ini direkomendasikan oleh dokter karena pendarahan rahim saya sudah tidak dapat dikendalikan lagi dengan pengobatan dan takutnya bisa menyebabkan komplikasi yang lain,” ungkap Helena pada Senin (17/03).
Ketika pertama kali mengetahui bahwa dirinya harus menjalani operasi besar, Helena sempat merasa cemas. Ia memahami bahwa biaya tindakan medis saat ini sangat tinggi, bahkan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Tanpa adanya Program JKN, ia tak bisa membayangkan bagaimana caranya menanggung beban tersebut.
“Setelah itu, saya harus menjalani operasi empedu dan operasi usus buntu. Kalau harus membayar sendiri, entah berapa banyak uang yang harus saya keluarkan. Mungkin sudah habis ratusan juta rupiah hanya untuk biaya operasi. Bersyukur sekali ada BPJS Kesehatan, jadi saya bisa fokus pada kesembuhan tanpa harus khawatir soal biaya,” kata Helena saat ditemui oleh Tim Jamkesnews BPJS Kesehatan Cabang Medan.
Tiga kali operasi yang ia jalani berlangsung di rumah sakit yang berbeda. Namun, dalam setiap prosesnya, Helena mengaku mendapatkan pelayanan yang cukup baik. Mulai dari pemeriksaan awal hingga pemulihan pasca operasi, semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti.
“Setiap kali saya dirawat, saya merasa dokter dan perawat menangani pasien dengan baik. Tidak ada kendala yang membuat saya merasa kesulitan. Semua berjalan sesuai prosedur, dan yang terpenting, saya bisa sembuh tanpa harus terbebani biaya besar,” tutur Helena.
Helena menyampaikan bahwa keberadaan Program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan tidak hanya memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi seluruh anggota keluarganya. Helena memastikan bahwa anak-anak serta cucu-cucunya yang berjumlah sepuluh orang juga telah terdaftar sebagai peserta JKN.
“Seluruh keluarga saya pakai BPJS Kesehatan. Saya tidak mau ada yang kesulitan kalau tiba-tiba sakit. Kalau anak atau cucu saya butuh pengobatan, mereka tinggal pergi ke rumah sakit atau puskesmas tanpa harus memikirkan biaya. Program ini memang sangat membantu,” tambah Helena.
Helena menyadari bahwa di usia lanjut, kondisi kesehatannya tidak akan sebaik dahulu. Berbagai penyakit bisa datang kapan saja, dan kebutuhan akan layanan kesehatan semakin meningkat. Dalam situasi seperti ini, keberadaan jaminan kesehatan menjadi sangat penting.
“Sekarang, kalau saya sakit, saya tidak perlu khawatir lagi. Saya tahu bahwa saya bisa langsung mendapatkan pengobatan. Kami yang sudah tua ini sering sakit, jadi BPJS Kesehatan benar-benar menyelamatkan kami,” ujar Helena.
Di akhir, Helena menyatakan bahwa dirinya menyadari bahwa kehadiran Program JKN telah menjadi solusi bagi dirinya dan masyarakat lain. Tidak hanya bagi mereka yang membutuhkan perawatan besar seperti Helena, tetapi juga bagi keluarga-keluarga yang ingin memastikan kesehatan anak-anak mereka tetap terjamin.
“Berkat Program JKN, kami dapat lebih tenang jika sewaktu-waktu kami membutuhkan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” kata Helena. (SC03)













![[Foto 9] Gareng, bersama putrinya Endang Nilowati, dan istrinya mendengarkan laporan persiapan pernikahan dari para dungik](https://sumutcyber.com/wp-content/uploads/2026/10/Foto-9-Gareng-bersama-putrinya-Endang-Nilowati-dan-istrinya-mendengarkan-laporan-persiapan-pernikahan-dari-para-dungik-90x90.jpg)






















