Dairi – Suasana duka menyelimuti warga Desa Bakal Gajah, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi. Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, seorang pelajar berusia 12 tahun yang hanyut di aliran sungai akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa malam (10/3/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.
Korban diketahui bernama Feri Immanuel Sinaga, putra dari pasangan Swandi Sinaga dan Megawati Sitorus. Ayah korban diketahui merupakan perangkat Desa Bakal Gajah.
Camat Silima Pungga-Pungga, Edwin G. Nababan, mengatakan jasad korban ditemukan di aliran sungai kawasan Jembatan Sopo Butar setelah tim gabungan melakukan pencarian intensif sejak hari pertama korban dilaporkan hanyut.
βPuji Tuhan, walaupun dalam suasana duka, akhirnya korban anak hanyut Feri Sinaga, warga Desa Bakal Gajah, berhasil ditemukan pada Selasa malam sekitar pukul 22.30 WIB. Korban terlihat mengapung di aliran sungai dan tersangkut di jaring yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh tim pencari,β ujar Edwin kepada wartawan.
Ia menjelaskan, lokasi penemuan korban berjarak sekitar 9 kilometer dari titik awal kejadian, yang menunjukkan derasnya arus sungai yang membawa korban cukup jauh dari lokasi pertama ia dilaporkan hanyut.
Sejak hari pertama kejadian, tim gabungan langsung melakukan pencarian dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat, perangkat desa, Forkopimcam, BPBD Kabupaten Dairi, Basarnas, hingga relawan lainnya.
βProses pencarian ini melibatkan masyarakat, perangkat desa, Forkopimcam, tim BPBD Kabupaten Dairi, Basarnas, serta berbagai pihak lainnya yang turut membantu dengan penuh semangat dan kepedulian,β jelasnya.
Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans dan dibawa ke rumah duka di Desa Bakal Gajah. Dalam suasana haru, jenazah korban kemudian dimasukkan ke dalam peti mati sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Pihak keluarga selanjutnya memutuskan untuk langsung melakukan pengebumian pada Rabu dini hari (11/3/2026) sekitar pukul 01.50 WIB.
βPengebumian dilakukan pada dini hari berdasarkan kesepakatan keluarga. Kami menghormati keputusan tersebut dan seluruh proses berjalan dengan baik,β tambah Edwin.
Camat Edwin juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam proses pencarian korban.
βAtas nama pemerintah kecamatan, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat, perangkat desa, Forkopimcam, BPBD, Basarnas, serta semua pihak yang telah memberikan kontribusi luar biasa selama proses pencarian ini,β ungkapnya.
Peristiwa tragis ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat. Pemerintah kecamatan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan dalam menghadapi musibah tersebut. (SC-Romi)





































