Siswa SD di Ngada Diduga Bunuh Diri, Polda NTT Ungkap Motifnya!

Ngada – Seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon cengkeh pada Kamis, 29 Januari 2026. Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.

Usai kejadian, aparat kepolisian melakukan penyelidikan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Terkait dugaan motif, Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Rudi Darmoko menyampaikan bahwa faktor ekonomi menjadi salah satu pemicu, namun masih terus didalami.

“Motif utama karena hal itu namun masih didalami. Untuk sementara, sesuai dari hasil penyelidikan awal dan olah TKP karena kekecewaan tapi masih didalami lagi,” ujar Rudi dilansir dari laman mediahub.polri.go.id.

Kapolda NTT juga menegaskan bahwa peristiwa gantung diri yang dilakukan siswa kelas IV SD tersebut menjadi perhatian serius jajaran Polda NTT. Ia mengaku telah menginstruksikan Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino untuk mendatangi langsung keluarga korban.

“Saya sudah perintahkan Kapolres Ngada ke kediaman orang tua korban,” kata Rudi.

Sebagai tindak lanjut, Kapolda NTT menugaskan tim konselor psikologi dari Biro SDM Polda NTT untuk memberikan pendampingan mental kepada keluarga korban. Tim diberangkatkan ke Kabupaten Ngada pada Rabu, 4 Februari 2026.

“Tim sudah ke Kabupaten Ngada hari ini dan memberikan pendampingan serta penguatan bagi keluarga korban,” ujarnya.

Tim pendamping terdiri dari Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTT Kompol Dwi Chrismawan, Kasubbag Psipol Bagian Psikologi Biro SDM Kompol Prasetyo Dwi Laksono, serta Bamin Bagian Psikologi Biro SDM Polda NTT Bripda Yoseph Alexander Rewo. Pendampingan dijadwalkan berlangsung mulai 4 hingga 8 Februari 2026 di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.

“Tim melakukan pembinaan dan pendampingan mental kepada keluarga korban,” kata Kapolda NTT. (SC03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *