Tapanuli Selatan – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Sebagai bentuk kepedulian, Rumah Zakat bersama Paragon menyalurkan bantuan berupa 100 paket nasi kotak untuk berbuka puasa kepada warga terdampak banjir di Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, pada 12 Maret 2026. Bantuan tersebut diberikan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan dan disambut dengan penuh rasa syukur.
Banjir yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada aktivitas dan kondisi ekonomi warga. Sebagian masyarakat harus berjuang lebih keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama saat menjelang waktu berbuka puasa.
“Ramadan adalah waktu terbaik untuk saling peduli. Kami berharap bantuan sederhana ini bisa menghadirkan kebahagiaan, sekaligus menjadi penyemangat bagi para penyintas banjir agar tetap kuat menjalani hari-hari ke depan,” ujar salah satu relawan Rumah Zakat.
Rasa haru juga disampaikan warga penerima manfaat. Salah satunya, Mariana Matondang, yang mengaku bantuan tersebut sangat berarti di tengah kondisi sulit. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Perhatian seperti ini membuat kami merasa diperhatikan dan dikuatkan,” ungkapnya.
Tak hanya bantuan pangan, Rumah Zakat bersama ParagonCorp juga menyalurkan 70 paket Al-Qur’an kepada warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Sayur Matinggi pada 13 Maret 2026. Bantuan tersebut disalurkan ke Lingkungan 3 dan Lingkungan 4, menyasar masjid serta warga yang kehilangan Al-Qur’an akibat terjangan banjir.
Penyaluran yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB itu turut didampingi kepala lingkungan setempat. Bantuan ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menjadi penguat spiritual bagi masyarakat di tengah masa pemulihan pascabencana.
Salah satu perwakilan warga, Hilman Sutaidi Simatupang, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih. InsyaAllah Al-Qur’an ini akan kami gunakan sebaik mungkin. Semoga menjadi amal jariyah bagi para donatur,” ujarnya.
Diketahui, banjir bandang yang melanda kawasan tersebut menyebabkan kerusakan rumah warga serta fasilitas umum, termasuk masjid dan mushola. Sejumlah Al-Qur’an milik warga juga rusak dan hanyut terbawa arus.
Perwakilan tim lapangan Rumah Zakat, Fadly, mengatakan bantuan Al-Qur’an ini diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat ibadah masyarakat. “Kami ingin masyarakat terdampak tetap bisa membaca, mempelajari, dan mencintai Al-Qur’an, terlebih di bulan Ramadan ini,” katanya.
Melalui berbagai program bantuan tersebut, Rumah Zakat dan Paragon berharap dapat terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan sekaligus menumbuhkan semangat berbagi, terutama di bulan suci Ramadan. (SC03)





































