Medan – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk mempercepat pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Sebanyak 898 unit rumah ditargetkan selesai paling lambat akhir Desember 2026.
Hal itu disampaikan Rico Waas usai mengikuti rapat koordinasi secara daring melalui Zoom Meeting bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta sejumlah kepala daerah, Selasa (13/10/2026).
Didampingi Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera II Rizaldi Andi Atjo, Pj Sekda Medan Erfin Fachrurrazi, dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) John Ester Lase, Rico menjelaskan sejumlah kendala teknis sebelumnya memengaruhi percepatan program.
Kendala tersebut terutama berkaitan dengan pemenuhan calon penerima bantuan dan penggantian data yang tidak memenuhi persyaratan. Namun, persoalan itu mulai ditangani melalui koordinasi antara Pemko Medan, balai, dan satuan kerja (satker) terkait.
Untuk mempercepat pelaksanaan, Pemko Medan siap mengerahkan perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Perkimcikataru, camat, dan lurah. Pemko juga akan menyediakan tempat koordinasi serta membantu validasi data agar proses administrasi hingga pengerjaan fisik dapat berjalan lebih cepat.
“Kami akan mendukung agar seluruh pekerjaan bisa diselesaikan pada akhir tahun ini. Kami juga akan berkoordinasi dengan balai, satker, untuk mempercepat prosesnya,” tegas Rico.
Ia juga meminta aparatur kewilayahan berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan program agar seluruh target dapat tercapai. Menurutnya, penyelesaian program tepat waktu diharapkan dapat membuka peluang bagi Kota Medan untuk memperoleh alokasi bantuan yang lebih besar pada tahun berikutnya.
Sebelumnya, dalam rapat koordinasi tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait meminta pemerintah daerah mempercepat seluruh tahapan pelaksanaan BSPS, mulai dari verifikasi calon penerima, penetapan surat keputusan (SK), pencairan dana, hingga pengerjaan fisik.
Alokasi bantuan bedah rumah untuk Kota Medan pada 2026 meningkat menjadi 898 unit, dibandingkan 187 unit pada 2025. Peningkatan tersebut menjadi peluang untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, sekaligus menuntut percepatan pelaksanaan agar seluruh bantuan dapat direalisasikan sesuai target.
Maruarar menekankan agar proses verifikasi segera dituntaskan sesuai ketentuan. Data calon penerima yang tidak memenuhi persyaratan harus diganti sehingga bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak.
Ia juga mengapresiasi komitmen Pemko Medan dan meminta seluruh pihak memperkuat komunikasi serta koordinasi. Menurutnya, peningkatan alokasi bantuan harus diikuti realisasi yang terukur agar anggaran yang disediakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni. (SC03)













![[Foto 9] Gareng, bersama putrinya Endang Nilowati, dan istrinya mendengarkan laporan persiapan pernikahan dari para dungik](https://sumutcyber.com/wp-content/uploads/2026/10/Foto-9-Gareng-bersama-putrinya-Endang-Nilowati-dan-istrinya-mendengarkan-laporan-persiapan-pernikahan-dari-para-dungik-90x90.jpg)






















