34 Tahun Tinggal di Rumah Tak Layak, Nuhayani Lega Huniannya Kini Direnovasi Rico Waas

Medan – Selama 34 tahun, Nuhayani Siregar menjalani kehidupan di rumah berdinding papan dan kayu. Atap yang bocor serta kondisi bangunan yang tak lagi layak huni menjadi bagian dari kesehariannya di Jalan Air Bersih, Gang Amal Bakti No. 5, Kecamatan Medan Kota.

Selama bertahun-tahun, Nuhayani dan keluarganya berharap mendapatkan bantuan untuk memperbaiki rumah tersebut. Bahkan, pengajuan bantuan program bedah rumah telah dilakukan selama delapan tahun.

Kini, harapan itu mulai terwujud. Rumah Nuhayani mendapat bantuan renovasi melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemerintah Kota Medan di era Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.

Senin (5/10/2026), rumah yang sebelumnya didominasi papan dan kayu itu mulai berubah menjadi bangunan permanen. Dinding rumah telah dibangun menggunakan batu dan diplester semen. Proses pengerjaan rumah tersebut telah berlangsung sekitar satu bulan.

“Selama bertahun-tahun, harapan untuk memiliki rumah yang lebih layak terus dipanjatkan. Bersyukur sekali sekarang rumahnya sudah bagus diperhatikan Pak Wali Kota Rico Waas langsung. Pak Wali datang ngecek langsung,” kata Nuhayani Siregar.

Bagi keluarga Nuhayani, perubahan tersebut bukan sekadar renovasi bangunan, tetapi juga menjadi jawaban atas penantian panjang mereka.

Anak pemilik rumah, Sri Herawati Pulungan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemko Medan, khususnya Wali Kota Rico Waas.

“Terima kasih banyak kepada Pak Wali Kota Medan Rico Waas. Dengan program RTLH ini, rumah kami sudah terbangun. Sebelumnya hanya papan dan kayu, Alhamdulillah sekarang sudah permanen,” ujarnya.

Ia berharap program RTLH terus berjalan sehingga semakin banyak warga kurang mampu mendapatkan bantuan serupa.

“Mudah-mudahan program ini berjalan terus untuk warga kurang mampu seperti kami,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sri juga menyampaikan persoalan terkait data desil keluarganya kepada Wali Kota Rico Waas. Ia berharap data tersebut dapat diperbaiki sehingga keluarganya tidak mengalami kendala dalam memperoleh Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan pemerintah lainnya.

“Tadi kami juga menyampaikan kepada Pak Wali soal desil kami yang tidak sesuai. Kami mohon diturunkan dan respons Pak Wali sangat baik dan terbuka,” ungkapnya.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung melihat progres pembangunan rumah Nuhayani. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pengerjaan rumah warga penerima bantuan RTLH berjalan sesuai kebutuhan, sekaligus mendengarkan langsung harapan penerima bantuan.

“Ini saya cek lagi, sudah proses dan mulai jadi. Ada beberapa yang perlu diatensikan, seperti saluran air dan catnya,” kata Rico.

Rico mengatakan, Pemko Medan terus membenahi rumah warga yang tidak layak huni melalui program RTLH.

Total target yang disiapkan mencapai 213 unit rumah yang tersebar di berbagai kecamatan di Kota Medan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 111 unit rumah saat ini sudah masuk tahap pengerjaan.

“Ada 111 unit rumah sedang pengerjaan dan sudah berjalan 40 hari. Ini menjadi program atensi kita, RTLH. Kami cek terus rumah-rumah warga untuk kita benahi,” ujar Rico.

Bagi Nuhayani dan keluarganya, perubahan rumah yang selama puluhan tahun menjadi tempat berteduh itu menjadi harapan baru. Rumah yang dahulu hanya berdinding papan dan kayu, kini perlahan berubah menjadi hunian permanen yang lebih layak dan nyaman untuk ditinggali.

Diketahui, di sekitar rumah Nuhayani terdapat tiga rumah lainnya yang juga mendapat bantuan renovasi melalui program RTLH. Rumah tersebut berada di Jalan Air Bersih, Gang Amal Bakti No. 5, Jalan Air Bersih No. 68, serta dua unit rumah di Gang Rela. (SC03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *