Toba – Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Kesehatan mengimbau seluruh tenaga kesehatan di puskesmas, pustu/poskesdes, maupun rumah sakit agar meningkatkan promosi kesehatan kepada masyarakat terkait vaksinasi campak.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi maraknya isu gerakan antivaks yang beredar di masyarakat dan mendorong penolakan terhadap imunisasi melalui berbagai informasi yang belum tentu benar.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba, Freddi Seventry Sibarani, mengatakan promosi kesehatan perlu diperkuat agar masyarakat memahami pentingnya imunisasi sebagai langkah pencegahan penyakit.
“Kita perlu memberikan perhatian ekstra terhadap ancaman penyakit campak yang kembali meningkat. Promosi kesehatan harus lebih digencarkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan melalui imunisasi di seluruh wilayah Kabupaten Toba,” ujar Freddi saat dikonfirmasi, Minggu (8/3/2026).
Ia menjelaskan, hingga Februari 2026 tercatat sebanyak 8.810 kasus suspek campak dengan 12 Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terkonfirmasi di enam provinsi di Indonesia. Namun, untuk Kabupaten Toba hingga saat ini belum ditemukan kasus.
Freddi mengingatkan bahwa campak merupakan penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi. Satu orang penderita bahkan berpotensi menularkan penyakit tersebut kepada hingga 18 orang lainnya jika tidak ditangani dengan tepat.
Ia juga mengimbau para orang tua untuk mengenali gejala awal penyakit campak yang kerap menyerupai flu biasa.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), salah satu tanda awal yang sering terlewatkan adalah munculnya bintik-bintik kecil berwarna putih di bagian dalam pipi atau rongga mulut. Gejala ini biasanya muncul sebelum ruam merah terlihat di kulit.
Selain itu, ruam kemerahan biasanya dimulai dari wajah dan leher bagian atas, kemudian menyebar ke dada, punggung, lengan, hingga kaki.
Sementara itu, dokter spesialis anak, dr. Lucky Yogasatria, Sp.A, menjelaskan pada hari pertama hingga ketiga anak biasanya mengalami demam tinggi yang disertai batuk kering, pilek, serta mata merah dan berair.
“Ketika ruam mulai muncul, biasanya demam sedang berada di titik tertinggi dan kondisi tubuh anak terasa sangat lemah,” ujarnya.
Beberapa anak juga dapat mengalami sensitif terhadap cahaya, penurunan nafsu makan, hingga gangguan pencernaan seperti diare dan muntah.
Dinas Kesehatan Toba mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan kondisi kesehatan anggota keluarga serta tidak mengabaikan gejala yang menyerupai flu ringan.
Orang tua juga diimbau memastikan imunisasi anak lengkap serta segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan apabila menemukan gejala yang mencurigakan.
Selain itu, dukungan berbagai pihak diperlukan untuk mengingatkan para orang tua agar membawa bayi dan anak mereka mengikuti imunisasi di fasilitas layanan kesehatan maupun posyandu.
“Bersama-sama kita bisa mencegah penyebaran campak dan memastikan anak-anak Toba tumbuh sehat dan optimal,” pungkas Freddi. (SC-JT)





































