Jumat Agung di Paroki Maria Pertolongan Orang Kristen Sidikalang, Umat Kenang Pengorbanan Kristus

Sidikalang – Umat Katolik di Gereja Katolik Paroki Maria Pertolongan Orang Kristen Sidikalang menggelar rangkaian ibadah Jumat Agung dengan penuh khidmat, Jumat (3/4/2026). Perayaan ini menjadi momen penting untuk mengenang kasih dan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus yang wafat di kayu salib demi keselamatan umat manusia.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai dan ibadah Jalan Salib yang menggambarkan perjalanan sengsara Yesus menuju penyaliban. Umat mengikuti setiap perhentian dengan penuh penghayatan, mengenang kembali peristiwa suci yang menjadi dasar iman Kristiani. Ibadah berlangsung hingga pukul 11.00 WIB.

Dalam renungan yang disampaikan, umat diajak untuk memahami sisi kemanusiaan Yesus Kristus yang juga mengalami ketakutan dan pergulatan batin sebelum menghadapi penderitaan di salib. Hal tersebut tergambar dalam doa-Nya, “Ya Bapa, jika sekiranya mungkin, biarlah cawan ini berlalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Renungan tersebut menegaskan bahwa “cawan” yang dimaksud adalah penderitaan yang harus dijalani. Sebagai manusia, Yesus menginginkan terbebas dari penderitaan, namun tetap taat pada kehendak Allah Bapa dengan menerima penyaliban sebagai jalan keselamatan.

Lebih lanjut dijelaskan, wafatnya Yesus bukan sekadar peristiwa politik atau konspirasi. Meski dalam kisah penyaliban disebutkan adanya tuduhan bahwa Yesus mengaku sebagai raja—yang ditandai dengan tulisan INRI (Yesus dari Nazaret, Raja Orang Yahudi)—penolakan terhadap-Nya lebih disebabkan karena klaim-Nya sebagai Anak Allah.

Hal ini terlihat dari tindakan Yesus yang mengampuni dosa, sesuatu yang diyakini hanya dapat dilakukan oleh Allah. Pernyataan dan tindakan tersebut menjadi alasan utama penolakan dari sebagian pihak pada masa itu.

Melalui ibadah Jalan Salib ini, umat diharapkan tidak hanya larut dalam kesedihan, tetapi juga mampu memaknai pengorbanan Kristus secara lebih mendalam dalam kehidupan sehari-hari.

Perayaan Jumat Agung akan dilanjutkan dengan ibadah sore yang secara khusus mengenang wafatnya Tuhan Yesus Kristus. Suasana penuh hikmat dan refleksi menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai wujud iman dan penghormatan umat atas pengorbanan terbesar dalam sejarah keselamatan. (SC-Romi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *