Medan – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Utara mengeluarkan imbauan resmi terkait kondisi banjir. yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir. Imbauan ini diprioritaskan untuk para orang tua dan pengasuh anak, khususnya bayi dan balita, yang saat ini berada di lokasi pengungsian maupun daerah terdampak banjir.
Ketua IDAI Sumut, dr. Rizky Adriansyah, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/11/2025), menyampaikan bahwa situasi banjir meningkatkan risiko berbagai penyakit pada anak, seperti diare, ISPA, infeksi kulit, hingga leptospirosis dan demam berdarah. Karena itu, keluarga diminta tetap waspada dan memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi.
“Anak-anak adalah kelompok paling rentan dalam situasi darurat seperti ini. Kami meminta semua pihak memperhatikan kebutuhan nutrisi, keamanan, kesehatan mental, serta kebersihan mereka,” ujarnya.
Update Data Bencana Sumut: 340 Tewas, 128 Masih Hilang, 11.200 Rumah Rusak dan 171 Titik...
IDAI Sumut menyampaikan sejumlah poin imbauan penting, antara lain:
Pemberian ASI atau susu tetap harus dilakukan dengan aman, menggunakan air bersih dan peralatan steril.
1. Imunisasi anak tetap dilanjutkan apabila akses ke layanan kesehatan memungkinkan.
2. Orang tua diminta mewaspadai gejala penyakit seperti batuk, pilek, sesak, diare, demam, dan penyakit kulit, serta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan atau posko medis terdekat jika diperlukan.
3. Penuhi nutrisi anak sesuai kemampuan keluarga agar daya tahan tubuh tetap terjaga. IDAI Sumut juga membuka posko bantuan makanan anak dan bayi di kantor organisasi tersebut.
4. Selain kesehatan fisik, IDAI meminta pengungsi tetap memperhatikan kondisi psikologis anak, menjaga komunikasi yang tenang, dan tidak menyampaikan informasi yang dapat menimbulkan ketakutan.
5. Keamanan fisik anak harus menjadi prioritas, termasuk menjauhkan mereka dari area gelap, tergenang, atau rawan bahaya.
6. Pemerintah daerah serta relawan diminta menyediakan posko ramah anak dengan ruang laktasi, area bermain aman, serta fasilitas kebersihan dasar.
Selain itu, IDAI Sumut juga mengajak masyarakat luas untuk membantu pemenuhan kebutuhan ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita, seperti popok, air minum bersih, pakaian, makanan bayi, dan perlengkapan sanitasi.
Untuk mendukung upaya kesehatan di lapangan, IDAI Sumut telah menyiapkan posko medis di beberapa titik pengungsian, yang akan difungsikan untuk layanan kesehatan anak selama masa darurat.
“Kami berharap kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat dapat memastikan keselamatan dan kesehatan anak-anak selama masa bencana,” tutup dr. Rizky. (SC02)






















