Lombok – Rider BK8 Gresini Ducati Fermin Aldeguer berhasil memenangkan seri ke-18 MotoGP 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, NTB, Minggu (5/10). Sementara posisi kedua berhasil direbut rider Red Bull KTM Pedro Acosta dan Alex Marquez dari BK8 Gresini Ducati di posisi ketiga. Sang juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez Jatuh sehingga belum pernah finis di Sirkuit Mandalika.
Diawal start untuk menyelesaikan 27 putaran, pebalap Aprilia Marco Bezzecchi memulai balapan di urutan pertama setelah meraih pole position di sesi kualifikasi. Tetapi, Bez tak bisa menyelesaikan balapan karena terlibat insiden dengan Marc Marquez.
Juara dunia MM93 kembali mengalami nasib sial di Sirkuit Mandalika. Dia terseret ke grafel pada putaran pertama setelah ditabrak dari belakang oleh Bezzecchi. Keduanya pun tak bisa melanjutkan balapan.
Fermin Aldeguer kemudian merebut posisi terdepan usai menyalip Acosta yang melebar di lap 8. Setelah berada di posisi terdepan, rider Gresini Racing itu perlahan melebarkan jarak.
Fermin Aldeguer relatif dominan setelah memimpin balapan sejak lap 8. Sedangkan perebutan posisi kedua yang sempat berjalan sengit akhirnya dimenangi Pedro Acosta yang unggul atas Alex Marquez. Sementara di baris belakang, Francesco Bagnaia terjatuh. Balapan pun menyisakan 14 riders di lintasan.
Fermin Aldeguer mampu mempertahankan posisi terdepan dengan jarak yang jauh. Rookie MotoGP 2025 itu pun meraih gelar juara pertamanya di MotoGP Mandalika 2025. Aldeguer menjadi pembalap termuda kedua yang memenangi seri MotoGP dengan usia 20 tahun. (ben)
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir menyerahkan langsung trofi juara kepada para juara di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/10).
Dalam kesempatan itu, Erick menegaskan bahwa kesuksesan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 merupakan bukti nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta.
“Luar biasa, 140 ribu yang nonton — wisatawan lokal dan mancanegara. Ini prestasi besar. Kita bisa lihat semua pihak terlibat: pemerintah, industri, Pertamina, Kementerian Pariwisata, dan pemerintah daerah. Kita solid bekerja sama memastikan event MotoGP ini menjadi bagian penting promosi Indonesia di mata dunia,” kata Menpora Erick usai menyaksikan balapan dilansir dari laman kemenpora.go.id.
Menpora Erick hadir bersama Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat. Menurutnya, sinergi lintas pihak menjadi kunci keberhasilan ajang bergengsi tersebut.
“Ini semua datang karena kolaborasi. Kita akan terus memastikan agenda nasional seperti ini bisa lebih baik dan lebih sukses, dengan dukungan pemerintah pusat, daerah, Pertamina, BUMN, pariwisata, dan Kemenpora,” ujarnya.
Meski gelaran MotoGP Mandalika 2025 telah usai, Erick menegaskan pentingnya evaluasi berkelanjutan.
“Evaluasi harus terus kita tingkatkan. Misalnya soal jumlah hotel, mudah-mudahan makin banyak investor yang mau masuk. Tadi saya juga undang Pak Todo (Wamen Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu) supaya bisa menarik lebih banyak investasi. Kalau Indonesia pernah sukses bangun Nusa Dua, Mandalika juga pasti bisa,” jelasnya.
Terkait perputaran ekonomi, Erick mengungkapkan nilai yang dicapai selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 mencapai Rp4,8 triliun.
“Terakhir Rp4,8 triliun. Mungkin Pak Gubernur NTB bisa menambahkan yang lebih pasti di sini,” tuturnya.
Menanggapi hal itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyebut dampak ekonomi terhadap masyarakat lokal sangat terasa.
“Yang paling nyata terlihat pada perekonomian lokal. Okupansi hotel tinggi, bukan hanya di Mandalika, tapi juga sampai ring dua di Mataram dan ring tiga di Senggigi. Harga kamar juga meningkat. Dulu UMKM hanya 60, sekarang sudah lebih dari 120. Jadi, dari atas sampai bawah semuanya terdampak positif,” ungkapnya.
Selain Menpora dan Wamenpora, turut hadir Sesmenpora Gunawan Suswantoro, Deputi Pemberdayaan dan Industri Olahraga Raden Isnanta, Dirut InJourney Maya Watono, Ketum KOI Raja Sapta Oktohari, Ketum IMI Moreno Suprapto, Kapolda Metro Jaya Fadil Imran, dan sejumlah pejabat lainnya. (SC03)





































