Dua Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat ATR Telah Teridentifikasi

Kalimantan Selatan – Dua jenazah korban kecelakaan Pesawat ATR-500 di wilayah pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, pekan lalu telah teridentifikasi.

Kedua jenazah tersebut adalah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Deden Maulana dan Pramugari Florencia Lolita Wibosono.

Kepala Pusat Identifikasi (Kapusident) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mashudi memaparkan proses identifikasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, pekan lalu.

Mashudi menjelaskan, kondisi jenazah yang ditemukan masih memungkinkan dilakukan identifikasi melalui sidik jari. Dengan dukungan peralatan identifikasi yang memadai, tim Disaster Victim Identification (DVI) dapat langsung melakukan pembacaan data awal.

“Alhamdulillah, kondisi jenazah masih cukup baik sehingga kapiler pada sidik jari masih terbaca. Kami langsung mengambil sidik jari tersebut untuk proses identifikasi,” ujar Mashudi dalam konferensi pers di Posko DVI Polda Sulsel, Rabu (21/1/2026).

Meski identitas awal dapat diketahui, Mashudi menegaskan bahwa tim DVI tetap melakukan pembuktian ilmiah secara menyeluruh. Proses scientific identification dilakukan dengan membandingkan data postmortem dengan data antemortem guna memastikan keabsahan hasil identifikasi.

“Sidik jari yang diambil dari jenazah kami bandingkan secara manual dengan data pembanding. Dari proses tersebut, secara keilmuan kami dapat memastikan identitas korban atas nama Florencia Lolita Wibosono,” jelasnya dilansir dari laman mediahub.polri.go.id.

Sebelumnya, Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol. Muhammad Haris telah mengumumkan hasil identifikasi dalam konferensi pers yang sama. Ia menyampaikan bahwa jenazah dengan nomor postmortem 62B.01 dinyatakan identik dengan data antemortem AM004.

“Korban teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibosono, perempuan, berusia 33 tahun,” ungkap Haris.

Menurutnya, identifikasi dilakukan berdasarkan kecocokan sidik jari, data odontologi atau gigi, properti yang melekat, serta ciri-ciri medis. Korban diketahui berdomisili di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur.

Diberitakan sebelumnya, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak saat hendak mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Sabtu (17/1/2026) siang. Pesawat tersebut dilaporkan mengalami kecelakaan di wilayah pegunungan Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Pesawat membawa 10 orang yang terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. Ketiga penumpang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Naufal. Sementara pilot pesawat diketahui bernama Kapten Andi Dahananto.

Hingga saat ini, dua jenazah korban telah berhasil dievakuasi. Satu jenazah dibawa ke Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar pada Selasa (20/1/2026) malam. Sementara jenazah lainnya dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas dari punggungan Lampeso, Kabupaten Maros, pada Rabu (21/1/2026) pagi. (SC03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *