Jakarta – Letak geografis Kampung Toweren di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, yang berada di kawasan perbukitan dataran tinggi Gayo, menjadikan wilayah tersebut rentan terhadap cuaca ekstrem. Curah hujan berintensitas tinggi dalam durasi panjang di wilayah hulu menyebabkan lereng perbukitan tidak lagi mampu menahan laju air.
Pada akhir November 2025, banjir bandang akibat curah hujan ekstrem yang dipicu Siklon Senyar membawa lumpur dan ratusan gelondongan kayu hutan, menerjang permukiman serta merusak hamparan persawahan warga.
Pascakejadian, lahan pertanian yang menjadi penopang utama perekonomian masyarakat tertutup material kayu dan sedimen lumpur tebal. Aktivitas pertanian terhenti karena area persawahan dipenuhi tumpukan kayu yang berserakan.
Menanggapi kondisi tersebut, pada Minggu (22/2), Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama pemerintah desa setempat melakukan langkah pemulihan secara intensif. Pembersihan difokuskan pada pembebasan lahan persawahan dari material kayu agar masa tanam dapat segera dimulai kembali.
Material kayu yang dievakuasi ditempatkan sementara di lahan kosong milik warga yang lebih stabil untuk memperlancar proses pembersihan. Di tengah dampak kerusakan, masyarakat Kampung Toweren turut memanfaatkan kayu-kayu tersebut sebagai bahan bangunan untuk memperbaiki rumah yang terdampak, serta sebagai kayu bakar untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa percepatan pemulihan lahan menjadi prioritas agar roda ekonomi warga dapat kembali bergerak.
“Besarnya volume material kayu dan luasnya area persawahan terdampak menjadi tantangan tersendiri. Kami bersama lintas kementerian dan lembaga akan menambah dukungan alat berat untuk mempercepat proses pengerukan lumpur dan pemindahan kayu-kayu besar yang tidak dapat ditangani secara manual,” ujar Abdul Muhari.
BNPB menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan. Upaya tersebut diharapkan dapat mengembalikan kesuburan lahan pertanian Kampung Toweren sekaligus memanfaatkan sisa material bencana sebagai bagian dari proses pembangunan kembali desa. (SC03)






























