PT DPM Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Melalui Pelatihan Pertukangan Kayu dan UMKM Perempuan

Sidikalang – PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) kembali mempertegas komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), PT DPM menggelar pelatihan pertukangan kayu serta pelatihan pembuatan keripik dan aneka kue basah bagi kelompok perempuan di wilayah lingkar tambang.

Program tersebut disusun berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan masyarakat (needs assessment) yang dilakukan tim Corporate Social Responsibility (CSR) PT DPM. Dengan pendekatan tersebut, pelatihan yang diberikan diharapkan sesuai dengan potensi ekonomi lokal dan mampu membuka peluang usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Pelatihan pertukangan kayu dilaksanakan pada 23 Juli 2026 dengan melibatkan 12 peserta dari empat desa lingkar tambang, yakni Desa Tungtung Batu, Polling Anak-Anak, Longkotan, dan Bongkaras. Sebagian besar peserta telah memiliki keterampilan dasar di bidang pertukangan dan pembangunan rumah.

Sementara itu, pelatihan pembuatan keripik dan aneka kue basah berlangsung pada 27–28 Juli 2026 dan diikuti sekitar 26 kelompok perempuan dari desa-desa sekitar. Dalam pelaksanaan program pemberdayaan UMKM tersebut, PT DPM bekerja sama dengan fasilitator mitra Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Dairi.

Pada pelatihan olahan makanan, peserta dibekali keterampilan membuat keripik singkong, keripik pisang, serta berbagai jenis kue basah seperti brownies, bolu tape, dan kue tart. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi kelompok perempuan untuk merintis usaha rumahan yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

Untuk pelatihan pertukangan kayu, PT DPM menggandeng Toko Furnitur Dalihan Natolu Parongil (PT Karya Total Mandiri) dengan menghadirkan Dayan sebagai fasilitator. Berbekal pengalaman di industri furnitur lokal, ia memberikan materi mulai dari teknik dasar pertukangan hingga strategi membangun usaha yang berkelanjutan.

Program ini merupakan tahap awal dari pembinaan kelompok usaha binaan PT DPM. Selain meningkatkan kemampuan teknis, pelatihan juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan motivasi melalui interaksi langsung dengan fasilitator serta pelaku usaha lokal yang telah berpengalaman.

Materi pelatihan pertukangan meliputi pengenalan peluang usaha, penggunaan alat manual maupun elektrik, pengenalan jenis kayu, hingga teknik pembuatan berbagai produk mebel seperti kursi, meja, lemari, kusen, kanopi, dan aneka kerajinan kayu. Sementara kelompok perempuan juga dibekali teknik produksi makanan olahan yang memiliki nilai jual tinggi.

Tak hanya berfokus pada keterampilan produksi, kedua pelatihan tersebut juga memberikan pembekalan mengenai strategi pemasaran, analisis peluang pasar, serta tata kelola usaha agar kelompok binaan mampu berkembang secara mandiri, profesional, dan berkelanjutan.

Chief Legal and External Relations PT Dairi Prima Mineral, Radianto Arifin, mengatakan program tersebut merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah lingkar tambang.

“Inovasi program CSR ini kami hadirkan agar masyarakat memiliki keahlian praktis yang bernilai ekonomi. Kami berharap pelatihan pertukangan maupun pembuatan kue ini dapat membuka peluang usaha baru dan menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi keluarga,” ujar Radianto.

Ia menambahkan, antusiasme peserta selama mengikuti pelatihan sangat tinggi.

“Melalui pelatihan ini kami berharap tercipta ruang berbagi pengalaman dengan para pelaku usaha lokal. Kami juga berharap keterampilan warga semakin terasah sehingga mampu menghasilkan produk yang bernilai tambah, berdaya saing, dan mendorong kemandirian ekonomi,” tambahnya.

Apresiasi juga disampaikan peserta pelatihan pertukangan asal Dusun Sopokomil, Sahmin Bako. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan banyak pengetahuan baru sekaligus motivasi untuk mengembangkan usaha pertukangan di desanya.

“Sebelumnya kami hanya mengandalkan keterampilan dasar. Melalui pelatihan ini kami mendapat banyak ilmu baru, bisa bertukar pengalaman dengan pelaku usaha yang sudah sukses, serta semakin termotivasi memajukan usaha pertukangan di desa kami,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Vivi Aprianti, peserta pelatihan pembuatan kue dari Desa Tungtung Batu. Ia menilai program tersebut sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan baru bagi kelompok perempuan untuk memulai usaha rumahan.

“Kami jadi memiliki keterampilan baru untuk merintis usaha rumahan dan membantu menambah pendapatan keluarga. Terima kasih kepada PT DPM yang telah menghadirkan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tuturnya. (SC03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *