Puluhan Papan Bunga Digital Terkait Aktivitas Pertambangan PT DPM Berjejer di Depan Kantor Bupati Dairi

Dairi – Puluhan papan bunga digital berjejer di depan Kantor Bupati Dairi, Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, Jumat (29/5/2026). Papan bunga tersebut memuat berbagai tulisan terkait aktivitas pertambangan PT DPM.

Keberadaan papan bunga digital itu menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut. Sejumlah tulisan yang terpampang di antaranya “Tolak PT DPM di Dairi”, “Jangan Jadikan Dairi Lapindo Kedua”, hingga “Tambang Bukan Untung, Tapi Buntung”.

Selain tulisan, papan bunga digital juga menampilkan sejumlah foto yang disebut sebagai dokumentasi dugaan kebocoran limbah di Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-Pungga pada 2012, serta foto banjir bandang yang terjadi di wilayah tersebut pada 2018.

Pemasangan papan bunga digital tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Anti Tambang. Sejumlah warga, mahasiswa, dan elemen masyarakat sipil tampak hadir di lokasi.

Dalam kegiatan itu, beberapa peserta aksi menyampaikan pendapat terkait keberadaan PT DPM yang bergerak di sektor pertambangan seng dan timah hitam di kawasan Sopokomil, Kecamatan Silima Pungga-Pungga.

Sekretaris DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Dairi, Ilham Nursalim Bintang, bersama Ketua Komisariat GMNI STAIS, Rahmat Bintang, menyampaikan pandangan mereka mengenai aktivitas pertambangan di Kabupaten Dairi.

“Kami mahasiswa dengan tegas menolak kehadiran PT DPM,” ujar mereka dalam orasi.

Warga Desa Bongkaras, Gerson Tampubolon, juga menyampaikan harapannya agar lahan pertanian masyarakat tetap terjaga.

“Kami tidak mau jadi Lapindo kedua,” katanya.

Hal serupa disampaikan Ana Hutauruk dari Petrasa bersama warga Desa Bonian yang menyoroti kekhawatiran masyarakat terhadap dampak aktivitas pertambangan.

Sementara itu, Rohani Manalu dari Yayasan Diakonia Pelangi Kasih (YDPK) mengatakan parade papan bunga digital digelar untuk mengingat kembali peristiwa lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pembelajaran terkait dampak lingkungan terhadap kehidupan masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan pengawalan personel Polres Dairi dan berjalan tertib. Hingga berita ini ditulis, deretan papan bunga digital masih berdiri di depan Kantor Bupati Dairi. (SC-Romi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *