Medan – Pemilik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Binjai 02, Kecamatan Medan Denai, Dra. Hj. Srijati Pohan, M.Psi., mendesak person in charge (PIC) segera membayar gaji 47 relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum menerima upah.
Para relawan tersebut disebut telah bekerja pada 24 Agustus hingga 4 September 2026.
Menurut Srijati di Medan, Kamis (8/10/2026), pembayaran gaji harus segera dituntaskan karena para relawan telah menjalankan tugasnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan kerja sama yang berjalan, PIC SPPG merupakan pihak yang berwenang mengambil dana terkait operasional SPPG. Karena itu, ia berharap PIC bertanggung jawab memenuhi hak para relawan.
Dapur SPPG yang berlokasi di Jalan Raya Menteng, Gang Benteng Nomor 34A, Medan Denai, mulai beroperasi kembali setelah pencabutan status penghentian sementara (suspend) pada 24 Agustus hingga 4 September 2026.
Srijati mengatakan, operasional dapur setelah pencabutan suspend terkendala komunikasi dengan PIC. Saat itu, PIC disebut tidak merespons komunikasi dari Kepala SPPG, sementara Ketua Yayasan sedang berada di Pulau Jawa.
Ia mengaku prihatin karena hingga kini para relawan yang telah bekerja belum menerima gaji.
Srijati mengatakan, persoalan tersebut sebelumnya telah tiga kali dimediasi Badan Gizi Nasional (BGN), yakni pada 26 Maret, 12 Mei, dan 28 Juli 2026. Namun, menurut dia, PIC belum menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Pada mediasi ketiga, Direktur Pemantauan dan Pengawasan (Dirtawas) BGN mengingatkan bahwa pertemuan tersebut merupakan mediasi terakhir. BGN juga meminta operasional dapur segera dilaksanakan setelah surat pencabutan status penghentian sementara (suspend) diterbitkan.
Srijati menyebut BGN kemudian menerbitkan Surat Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Nomor 3484/D.TWS/07/2026 tertanggal 29 Juli 2026 tentang pencabutan suspend.
Namun, menurutnya, dapur belum dapat beroperasi secara optimal karena kendala komunikasi dengan PIC. Ia berharap Kepala SPPG segera menghubungkan kedua pihak untuk menindaklanjuti keputusan tersebut.
Srijati menilai PIC belum kooperatif dalam menyelesaikan persoalan operasional dapur, termasuk pembayaran hak para relawan.
Sebagai pemilik dapur, Srijati mengaku prihatin karena sejumlah warga yang bekerja sebagai relawan belum menerima hak mereka.
Ia berharap PIC SPPG menjalankan tanggung jawab sesuai tugas yang diberikan sehingga pembayaran gaji para relawan segera diselesaikan dan operasional dapur dapat kembali berjalan.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh konfirmasi dari PIC SPPG tersebut terkait persoalan pembayaran gaji yang berkaitan dengan kewenangan pengelolaan dana operasional SPPG tersebut. (SC03/rel)













![[Foto 9] Gareng, bersama putrinya Endang Nilowati, dan istrinya mendengarkan laporan persiapan pernikahan dari para dungik](https://sumutcyber.com/wp-content/uploads/2026/10/Foto-9-Gareng-bersama-putrinya-Endang-Nilowati-dan-istrinya-mendengarkan-laporan-persiapan-pernikahan-dari-para-dungik-90x90.jpg)






















