11 Tahun Rusak Berat, Gedung MIS Sitabu Pakpak Bharat Butuh Perhatian Pemerintah

Pakpak Bharat – Kondisi bangunan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Sitabu di Kecamatan STTU Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Hingga Senin (11/5/2026), gedung sekolah tersebut masih mengalami kerusakan berat di sejumlah bagian.

Atap bangunan terlihat banyak yang rusak dan berlubang. Selain itu, sebagian plafon sudah roboh, sementara dinding bangunan mulai retak dan mengelupas. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar dan dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pengajar.

Kepala MIS Sitabu, Sahridun Berasa, berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera memberikan perhatian agar sekolah tersebut mendapat perbaikan dan fasilitas belajar yang layak.

“Sudah sekitar 11 tahun gedung sekolah ini rusak berat. Kami berharap ada perhatian serius supaya gedung diperbaiki dan fasilitas belajar dilengkapi,” ujarnya.

Akibat keterbatasan ruang belajar yang masih bisa digunakan, pihak sekolah terpaksa menggabungkan beberapa kelas dalam satu ruangan. Saat ini, siswa kelas IV dan kelas V harus belajar bersama karena minimnya ruang yang layak pakai.

Kondisi itu membuat proses belajar mengajar kurang maksimal. Pihak sekolah dan orang tua siswa juga merasa khawatir apabila sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan akibat bangunan yang sudah tua dan rusak.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekolah tersebut sebelumnya pernah direncanakan menerima bantuan pembangunan sekitar Rp2 miliar. Namun bantuan itu disebut tidak terealisasi karena tidak ditandatangani kepala desa saat itu.

Masyarakat berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Pakpak Bharat, Kementerian Agama, serta Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dapat turun langsung meninjau kondisi sekolah dan segera mengambil langkah perbaikan.

Warga menilai sekolah di daerah terpencil juga harus mendapatkan perhatian yang sama agar para siswa dapat belajar dengan aman, nyaman, dan memiliki fasilitas pendidikan yang layak. (SC-Romi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *