1 Syawal 1447 H Berpotensi Berbeda, Menag: Sesuatu Hal Biasa Dalam Kehidupan Beragama Di Indonesia

Jakarta – Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026. Sementara pemerintah lebih dulu melaksanakan sidang isbat sebagai mekanisme resmi penetapan awal Syawal.

Saat ditanya kemungkinan adanya perbedaan waktu penetapan Idulfitri, Menag Nasaruddin Umar menyampaikan, hal tersebut merupakan dinamika yang lazim dalam kehidupan keagamaan di Indonesia.

“Terkait potensi perbedaan waktu penetapan Idulfitri, hal tersebut kita terima sebagai sesuatu yang biasa dalam kehidupan beragama di Indonesia. Penetapan resmi akan kita tunggu sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya usai pertemuan dengan Presiden di Istana Negara, Rabu (4/3/2026).

Ia menambahkan, pemerintah akan tetap mengikuti prosedur sidang isbat sebagai mekanisme resmi penetapan awal Syawal. Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dan menjaga suasana tetap kondusif.

“Kita harapkan seluruh umat beragama dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang, khusyuk, dan penuh rasa saling menghormati. Kita akan memastikan semua dapat berjalan dengan baik dan juga membutuhkan dukungan masyarakat Indonesia dalam menjaga keharmonisan sosial,” pungkas Menag. (SC03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *