Warga Padang Tualang Sepakati Program Prioritas Hadapi Banjir

USU dan Universiti Kebangsaan Malaysia Susun Rencana Aksi Berbasis Masyarakat

Langkat – Warga Desa Padang Tualang, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) merumuskan berbagai solusi dan rencana aksi untuk meningkatkan ketangguhan menghadapi bencana banjir melalui Focus Group Discussion (FGD) partisipatif yang digelar di Aula Kantor Desa Padang Tualang, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kolaborasi internasional yang bertujuan memvalidasi tingkat kerentanan masyarakat sekaligus menyusun Rencana Aksi Ketangguhan Komunitas Menghadapi Banjir berbasis Livelihood Vulnerability Index (LVI).

Ketua Tim Pengabdian Kolaborasi Internasional USU, Dr. Destanul Aulia, S.K.M., M.B.A., M.Ec., Ph.D., mengatakan penyusunan rencana aksi dilakukan secara bertahap agar seluruh rekomendasi yang dihasilkan benar-benar berasal dari kebutuhan dan pengalaman masyarakat.

«”Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengidentifikasi kerentanan masyarakat terhadap banjir, tetapi juga memastikan bahwa solusi yang dirumuskan berasal dari masyarakat sendiri. Pendekatan partisipatif menjadi kunci agar rencana aksi yang disusun dapat diterapkan secara berkelanjutan,” ujar Destanul Aulia.»

Menurutnya, sebelum FGD dilaksanakan, tim telah melakukan observasi lapangan pada 4 Juli 2026 melalui pengamatan langsung, wawancara dengan pemerintah desa, diskusi bersama masyarakat, identifikasi kondisi lingkungan, serta pendokumentasian dampak banjir.

“Hasil observasi tersebut kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Livelihood Vulnerability Index (LVI) sehingga menjadi dasar penyusunan materi seminar dan Focus Group Discussion,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil observasi juga telah dipaparkan dalam Forum Kolaborasi Internasional yang menghadirkan akademisi dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Forum tersebut menjadi sarana berbagi pengalaman mengenai pembangunan ketangguhan masyarakat berbasis komunitas sekaligus mempersiapkan masyarakat mengikuti proses validasi melalui FGD.

FGD dihadiri Kepala Desa Padang Tualang Affandi Lubis, S.T., seluruh kepala dusun, perangkat desa, Ketua TP PKK beserta kader, tokoh masyarakat, tokoh agama, kelompok tani, relawan desa, unsur pemuda, mahasiswa pendamping, serta tim dosen Universitas Sumatera Utara.

Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok diskusi yang membahas ketahanan pangan dan penghidupan, kesehatan, sanitasi dan kesiapsiagaan, serta aspek psikososial dan kelompok rentan. Seluruh pembahasan mengacu pada panduan FGD yang disusun berdasarkan hasil observasi awal dan kerangka Livelihood Vulnerability Index (LVI).

Pada kelompok ketahanan pangan, masyarakat menyampaikan bahwa banjir menyebabkan aktivitas pertanian, peternakan, dan usaha warga terhenti sehingga berdampak pada penurunan pendapatan keluarga. Sebagai solusi, peserta mengusulkan pembentukan kelompok ketahanan pangan, pembangunan lumbung pangan desa, posko ketahanan pangan, pemanfaatan pekarangan produktif, serta pembentukan relawan ketahanan pangan.

Kelompok kesehatan, sanitasi, dan kesiapsiagaan merekomendasikan penyimpanan stok obat di lokasi aman, pembangunan gedung serbaguna bertingkat sebagai tempat evakuasi, penyediaan polytank air bersih, jamban portabel, toilet darurat, titik kumpul, tenda pengungsian, perahu karet, logistik darurat, hingga penguatan sistem informasi kebencanaan melalui masjid dan kepala dusun.

Sementara itu, kelompok psikososial mengidentifikasi bahwa banjir juga memicu stres, kecemasan, dan trauma bagi masyarakat. Ibu hamil, bayi, lansia, serta warga yang sakit dinilai sebagai kelompok yang harus menjadi prioritas perlindungan. Untuk itu, peserta mengusulkan pendataan kelompok rentan, pembentukan peer support, penyusunan peta kelompok rentan, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, serta penguatan budaya gotong royong.

Seluruh hasil diskusi kemudian dipresentasikan dalam sidang pleno yang dipimpin Dr. Destanul Aulia. Dalam forum tersebut, peserta memvalidasi hasil observasi awal sekaligus menyepakati sejumlah program prioritas yang akan menjadi dasar penyusunan Rencana Aksi Ketangguhan Desa Padang Tualang berbasis Livelihood Vulnerability Index (LVI).

Destanul berharap hasil FGD tidak berhenti sebagai dokumen semata, tetapi dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa, masyarakat, dan para mitra dalam menyusun program pengurangan risiko bencana yang lebih terarah dan berkelanjutan.

“Kami berharap rencana aksi yang telah disusun bersama ini dapat menjadi pedoman bagi Desa Padang Tualang dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat menghadapi banjir di masa mendatang. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan modal utama dalam membangun desa yang tangguh terhadap bencana,” pungkasnya. (SC03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *