Deli Serdang – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., meninjau perkembangan pembangunan Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Desa Sampali, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (29/1).
Kampus terpadu ini nantinya akan menjadi arena pelaksanaan Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan Aisyiyah Tahun 2027. Kehadiran Wamendikdasmen disambut langsung oleh Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP. Turut hadir Bendahara PWM Sumut Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A., Anggota Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Amri Yusuf, S.E., A.K., C.A., CACP, para pimpinan PDM dari Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai hingga Langkat, serta unsur persyarikatan Muhammadiyah lainnya.
Dalam kunjungannya, Dr. Fajar Riza Ul Haq mengaku terkesan dengan pesatnya perkembangan pembangunan kawasan kampus. Ia membandingkan kondisi saat peletakan batu pertama pada 21 Desember 2024 lalu yang masih berupa lahan kosong, dengan kondisi saat ini yang telah menunjukkan kemajuan signifikan, khususnya pada Gedung Auditorium Berkemajuan dan Sport Hall Walidah.
“Perkembangannya sudah cukup pesat. Walaupun progresnya masih di bawah 40 persen, tetapi bentuk dan kegagahannya sudah sangat terlihat,” ujar Fajar.
Menurutnya, kemajuan fisik tersebut mencerminkan karakter khas Muhammadiyah dalam mengembangkan dakwah melalui kerja nyata dan pembangunan berkelanjutan. Ia berharap Kampus Terpadu UMSU menjadi simbol kemajuan institusi pendidikan Muhammadiyah di Indonesia.
Selain itu, Wamendikdasmen juga mengapresiasi pembangunan tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan kampus terpadu UMSU. Program ini dinilai strategis karena tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga berkontribusi pada pemenuhan gizi anak-anak sekolah penerima manfaat program makan bergizi.
Dr. Fajar menilai UMSU di bawah kepemimpinan Prof. Agussani telah menjadi kebanggaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) serta menjadi yang terunggul di Sumatera. Keberadaan gedung auditorium dan sport hall yang megah, kata dia, bukan sekadar fasilitas pendidikan, melainkan juga monumen kampus berkemajuan.
Ia pun mendoakan agar pembangunan auditorium dan sport hall yang akan menjadi pusat kegiatan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah 2027 dapat berjalan lancar dan selesai sesuai rencana.
Sementara itu, Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP. menyampaikan rasa syukur atas kunjungan dan arahan Wamendikdasmen terkait kesiapan UMSU sebagai tuan rumah Muktamar 2027.
Ia menjelaskan, Kampus Terpadu UMSU berada di lokasi strategis yang berbatasan langsung dengan kawasan industri, sehingga kehadiran kampus diharapkan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
“Untuk menyambut Muktamar, fokus pembangunan saat ini pada dua gedung utama. Progres pembangunan auditorium telah mencapai 36 persen, sementara sport hall sekitar 45 persen,” jelasnya.
Selain auditorium dan sport hall, UMSU juga mengembangkan ekosistem kampus berkelanjutan, meliputi tiga dapur SPPG, pertanian terpadu, peternakan ayam, kolam ikan, perkebunan, pabrik roti, pabrik air kemasan, hingga rumah sakit di kawasan kampus terpadu.
Ke depan, Kampus Terpadu UMSU tidak hanya difungsikan sebagai lokasi pelaksanaan muktamar, tetapi juga dirancang menjadi pusat pembelajaran, pelayanan kesehatan, serta penguatan kemandirian ekonomi berbasis riset dan kewirausahaan. (SC08)






















