Sumutcyber.com, Medan – Wisuda ini merupakan capaian yang luar biasa bagi para lulusan Universitas Methodist Indonesia (UMI) Medan. Namun capaian itu belum jaminan akan sukses ke depan, karena tantangan ke depan jauh lebih besar.
“Di mana saat ini kita melihat betapa terjadi sebuah transisi dan perubahan hebat dalam tatanan dunia, ” sebut Kepala LLDikti Wilayah I Sumut Prof Dr Ibnu Hajar M. Si saat memberikan sambutan pada acara wisuda Universitas Methodist Indonesia (UMI) secara Drive Thru di Kampus II Jalan Setia Budi, Pasar II, Tanjung Sari Medan, Jumat (9/7/2021).
Tatanan dunia ini, lanjutnya semua mengalaminya, bukan hanya Indonesia tapi juga negara Asean, Asia, Eropah, Amerika. “Kita sudah mengalami transisi dimulai dengan globalisasi, kemudian hadirnya Revolusi Industri 4.0 dan dampaknya terasa sekali sampai saat ini serta diperparah dengan datangnya wadah pandemi Covid-19 tahun 2018,” katanya.
Dia menyampaikan, bahwa transisi tersebut sekarang sudah menjadi satu, dunia tidak lagi membatas dan tidak ada sekat. Oleh karenanya tantangan jauh lebih berat, kompetisi memperoleh lapangan kerja juga terbuka. “Para lulusan yang baru diwisuda bisa menjadi pemenang, tapi juga bisa menjadi yang kalah,” tandasnya.
Dia mengatakan, mengandalkan sarjana (S-1) cukup, tapi itu jauh belum cukup kalau berhadapan dengan perubahan transisi globalisasi dan Revolusi Industri. Revolusi 4.0 menggeser pola kehidupan kita, antar negara, dan tatanan kehidupan sosial.
“Semua mengacu dan dipaksa menggunakan sistem digital. Dunia saat ini sudah menyatu yang disebut dengan digitalisasi. Karenanya lulusan yang tidak bisa beradaptasi ilmunya dengan tuntutan dinamika perubahan saat ini, maka akan ketinggalan,” tegasnya.
Oleh karena itu mau tidak mau kemampuan adaptasi harus dilatihkan. Seiring dengan itu pada era sekarang dan ke depan perlu ada 4 hal juga diperkuat yakni kemampuan komunikasi, kolaborasi, problem solving skill dan latihlah kemampuan inovatif dan kreatifitas.
“Wisuda sarjana ini jalan sukses berikutnya dengan catatan para wisudawan/ti bisa adaptasi dengan dinamika perubahan saat ini,” pungkasnya.
Rektor UMI Medan Drs. Humuntal Rumapea M. Kom mengucapkan selamat kepada wisudawan/ti atas berhasil menyelesaikan studi meski dalam situasi pandemi covid saat ini.
Dia mengapresiasi perjuangan para wisudawan/ti sehingga bisa sampai wisuda. Kepada wisudawan/ti, setelah diwisuda dia berpesan tetap semangat dan berkarya dalam situasi pandemi covid supaya menjadi pemenang dalam perjuangan yang akan dihadapi pada masa yang akan datang.
“Pergilah ke dunia kerja, hadapi tantangan dengan berbekal ilmu yang telah diperoleh di UMI Medan. Jaga nama baik almamater dan jadilah menjadi pemenang,” ungkapnya.
Pimpinan GMI Wilayah I Bishop Kristi Wilson Sinurat berharap wisudawan/ti senantiasa menggunakan keterampilan lift skill, kejujuran, kepercayaan, dan karakter yang kuat sebagai generasi penerus bangsa.
Selain itu memanfatkan peluang di berbagai teknologi sehingga berhasil dan memperoleh mendali penghargaan kelak. “Jangan jadi orang yang tersingkirkan, tapi menjadi orang yang diperhitungkan di masyarakat,” ujarnya.
Sementara Ketua Panitia Himpun Panggabean melaporkan, sebanyak 621 lulusan UMI diwisuda dari Ahli Madya, Sarjana, dan Profesi Dokter. “Wisuda dilaksanakan secara Drive Thru dengan Protokol Kesehatan ketat, ” katanya.
Tampak hadir dalam kegiatan wisuda antara lain Ketua YP GMI Wilayah I Pdt. Binran Sipayung beserta jajarannya, Ketua Organ Pengawas GMI Wilayah I beserta jajarannya, Ketua PKY UMI Dra. Linda Ningsih Panjaitan, senat dan guru besar UMI, panitia JM Hutape dan para wisudawan/ti. (SC06)






















